generated by sloganizer.net
Showing posts with label Think. Show all posts
Showing posts with label Think. Show all posts

Wednesday, January 28, 2009

Batam dan Common Sense

Senin kemarin liburan Imlek kami ke Batam.
sekedar refreshing sekalian kalibrasi lidah hehehe..

Entah kenapa aku selalu kesal kalau lihat pulau satu ini..
kesal karena rasanya sayang melihat potensinya yg gak tergarap maksimal..
kesal dengan tidak adanya perubahan apa2 yg berarti, yg ke arah perbaikan tiap2 tahun kami berkunjung ke sana..

Pertama berangkat dari Harbourfront, Singapura. Perasaan tergesa-gesa sudah muncul, tapi paling tidak ini bisa diatasi dengan lengkap dan selalu di-update nya info terkini buat kami para penumpang.

Kami tahu berapa menit lagi kapal kami berangkat, kami tahu di pintu mana kami harus bersiap, kami tahu dan yakin bahwa kami pasti akan dapat tempat duduk tanpa harus berebutan.

Tiba di Batam..

Turun dari perahu, semua orang berlari berlomba menuju ke Imigrasi.
Bukan.. bukan karena hujan gerimis atau karena bangunan dermaganya yg sudah reyot lapuk dibandingkan Harbourfront yg mentereng.. tapi karena tidak adanya jalur antrian di Imigrasi!

Tidak ada juga pengumuman bagi mereka yg butuh Visa on Arrival, tidak ada petugas yg sigap mengatur barisan, ditambah lagi loket yg dibuka cuma 3... alamakjang..
Macam gk ada otaknya aja orang2 ini.. sudah tahu ada 3 kapal merapat di jam itu, loket yg dibuka cuma tiga!!

betul-betul dah..

Soal masang jalur antrian, apalah susahnya masang tali kalo memang anggaran buat beli pembatas yg mahal gak ada. Tali rafia pun jadi!! yg penting orang gak tetumpuk2, berebut2..
Terus yg gampang2 ajalah.. jangan pula orang ngantri itu disuruh baris berbanjar macam mau upacara bendera, bikinlah dia meliuk-liuk spt ular! cukup dengan 1 jalur keluar saja!

Sudah tahu itu kantor imigrasi besarnya gak lebih besar dari Musholla di Nagoya Hill, eh malah antriannya dibikin memanjang sampai2 ujungnya ada di dermaga!

Lepas dari situ, kekecewaan kedua kami selalu soal transportasi..
Batam ini tempat wisata yg termasuk favourit orang2 Singapur dan Malaysia, en karakteristik orang2 di dua negara ini sama.. 'Gak mau susah!'

Kenapa sih gak sekalian Batam nyediain segala sesuatunya yg bikin mudah wisatawan?
Taksi misalnya, wajibin pake argo. Trus kudu terdaftar. tangkep2in dah tuh taksi2 gelap yg jalan. Yang penting buat wisatawan itu gak ada kekhawatiran karena harus tawar menawar, takut ditodong karena taksinya gk ketauan resmi apa enggak.

Terus itu jalan2nya kota Batam kenapaaaaaaa gak dibuat bagus sekalian, dikasih lampu penerangan kek dari pelabuhan ke arah kota, dilebarin atau minimal dicantikin deh kanan-kirinya..

Hal-hal yg kecil2 aja buat bikin wisatawan betah ke Batam.

Kalo sekarang ini kok rasanya serba tanggung, Batam ini mau jadi kota industri enggak juga.. mau dibilang pelabuhan.. kok ya masih jauh... mau dibilang tujuan wisata.. kok orang dateng gak disambut semestinya..

serba nanggung, seolah-olah gak ada pemerintahan yg ngejalanin kotanya. Gak ada tanda-tanda planning yg berjalan.
Kalo pemerintahan yg mungut pajak sih ada, cuma kalo soal ngejalanin kota sehari2 diserahin ke preman-premannya masing2 kali.. hehehe

Beberapa kali kami ke Batam selalu gagal menemukan moda angkutan umum selain Taksi. Entah kenapa kok di batam gk ada bus kota yg beroperasi (apa gw aja yg belum nemuin?), padahal dengan ukuran pulau yg gak terlalu besar sementara banyak obyek yg bisa dikunjungi di seluruh penjuru kota, kalau ada Bus kota yg beroperasi pasti jauh lebih menyenangkan buat wisatawan.

Well... singkat cerita, kamipun kembali ada di pelabuhan Batam Center. Bersiap mau menyeberang kembali.

Acak adul nampak mulai dari pemeriksaan barang bawaan, mesin scannernya ternyata belepotan kopi (entah siapa mahluknya yg numpahin kopi disitu) tepat di landasan keluarnya tas-tas.. So, para penumpang pun terpaksa menahan tasnya biar gk meluncur turun en ini bikin tas-tas lain 'stuck' gk bisa bergerak...

Yang bikin kagum adalahhh.... di sebelah si mesin itu ada petugas kebersihan yg lagi ngepel!! en mas-mas itu dengan bangganya memakai sebuah lap putih bersih di pinggangnya.. buset dah..
there's no way he didnt see what happened at the machine, yet he chose to ignore and walk away with his mopping!

dah.. turun ke bawah tempat nunggu Ferry..
di layar TV (yg tulisannya kuecil banget cing!), tertera ada 4 kapal yg akan berangkat...
- Waterfront 1 21.00
- Batamfast 21.00
- Penguin 21.00
- Penguin 21.10

cuma ada 2 pintu....
gak ada pengumuman, penumpang buat kapal mana yg kudu siap2 di depan pintu....
gak ada jalur antrian... (sekali lagi kalo emang beli pembatas mahal, pake tali rafia!!!! peduli amat sama gengsi en estetika!!!!)

akhirnya semua calon penumpang berjubel2 menuhin pintu...
si petugasnya macam gak ada dosa, satupun tak nampang batang hidungnya..
minimal ngomong kek pake mikropon... "Cuma penumpang Waterfront yg bersiap. Yang lain tetap duduk!", misalnya.

Dan.. sodara2... 15 menit sebelum jam 21.00 pintu dibuka!!
eng.. ing.. eng... semua merangsek maju (pintu dijaga 2 pria berseragam dengan jaket kulit, kumis melintang, berkacamata, sabar, telaten, humoris :P)

semua penumpang berebut ke depan.. maju selangkah demi selangkah...
mendorong kanan-kiri... sikut yg depan.. tendang yg belakang...

anak-anak kecil kejepit.. orang-orang tua jadi kebelet pipis..
pemuda-pemuda pada ambil kesempatan.. pemudi-pemudi pada saling berpelukan...

akhirrnyyaaa.... setelah mereka sampai di depan 2 pria berseragam itu..
tiket diperiksa.. dan siap2 kecewa ternyata "cuma batamfast ya!! cuma batamfast!!! yg lain duduk kembali!!!!" dalam BAHASA INDONESIA...

sementara dari wajah2 calon penumpang terlihat... rambut kriting kulit gelap sambil kepala terus menerus menggeleng2... wangi2nya wangi biryani.... ada lagi yg rambut lurus kulit kuning mata agak sipit... sambil terus menerus celingukan... wangi2nya wangi bawang putih... ada pula kulit sawo matang campur kuning langsat.. tapi logatnya bletukan... pilipino...

wakakakak.. kebayang kan gimana kacau balaunya itu antrian?
disatu sisii arus bergerak ke pintu, disisi lain ada arus balik dari orang2 yg ternyata bukan pemegang tiket kapal Batamfast mau balik lagi ke dalam!

Petugas yg ada ngapain aja? (selain 2 petugas tiket, ada kurang lebih 8 orang petugas lain dengan seragam sekuriti dan imigrasi yg cuma bediri2 aja bengong2 mejeng2 mlintir2 kumis gak ngapa2in selain teriak 'antri ya..!! antri bu!! hey hey itu antri itu!!')

Tai burung.

Ini semua kan bisa dihindari.
apa susahnya si petugas pegang megaphone atau pake mikropon ato bediri diatas meja teriak kasih tahu "Hanya Batamfast. Only Batamfast. Yang lain duduk! The rest remain seated!!"

apa susahnya sih?? kenapa hal-hal kecil seperti ini selalu luput dari mata petugas2 kita!
gak di pelabuhan batam, gak di merak, gak di sukarno hatta, gak stasiun kereta semua sama!!

SDM yg kualitas rendah? prek! this is just a simple common sense!!
Atau gak pede buat komunikasi dengan penumpang berbahasa asing? lah? ini kan cuma simple aja. 'You batamfast, Go in. No batamfast, Go seat.'
halah.. tarzan2 yg penting orang ngerti kok!

apa kudu lulusan tinggi buat ngerti hal2 kayak beginian? apa perlu Sarjana biar bisa mikir masang tali rafia buat jalur antrian kalo emang perlu?

Bener2 deh..
Kapaaaannn orang2 kita mau belajar untuk mulai dari hal-hal yg kecil yg gak butuh banyak energi buat memulainya...

huh.. Cape Deeehh!

Wednesday, October 22, 2008

[Ustadz Menjawab] Mazhab-Mazhab Fiqih dan Pengertiannya

... Masih sambungan soal Mazhab Fiqh.

Mazhab-Mazhab Fiqih dan Pengertiannya

Posted in Ustadz Menjawab - Umum by Adwan on the Juli 10th, 2008

Assalaamualaikum wr. wb.

Ustadz, minta tolong dijelaskan pengertian mazhab, macam-macamnya, dan mengapa yang berkembang di Indonesia mahzab Syafi'i, dan yang membedakan masing-masing mahzab tersebut. Syukron

Wassalaamualaikum wr. wb.
Ami Fatoniamf

Jawaban

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Istilah mazhab merupakan sighat isim makan dari fi'il madli yaitu Dzahaba. Dzahaba artinya pergi; oleh karena itu mazhab artinya: tempat pergi atau jalan. Kata-kata yang semakna ialah: maslak, thariiqah dan sabiil, yang kesemuanya berarti jalan atau cara. Demikian pengertian mazhab menurut bahasa.

Pengertian mazhab menurut istilah dalam kalangan umat Islam ialah, "Sejumlah dari fatwa-fatwa dan pendapat-pendapat seorang alim besar di dalam urusan agama, baik ibadah maupun lainnya."

Setiap mazhab punya guru dan tokoh-tokoh yang mengembangkannya. Biasanya mereka punya lembaga pendididikan yang mengajarkan ilmu-ilmu kepada ribuan muridnya. Berkembangnya suatu mazhan di sebuah wilayah sangat bergantung dari banyak hal. Salah satunya dari keberadaan pusat-pusat pengajaran mazhab itu sendiri.

Selain itu sedikit banyak dipengaruhi juga oleh mazhab yang dianut oleh penguasa, di mana penguasa biasanya mendirikan universitas keagamaan dan mengajarkan mazhab tertentu di dalamnya. Nanti para mahasiswa yang berdatangan dari berbagai penjuru dunia akan membuka perguruan tinggi dan akan menyebarkan mazhab trsebut di negeri masing-masing.

Bila pengelilaan perguruan itu berjalan baik dan berhasil, biasanya akan mempengaruhi ragam mazhab penduduk suatu negeri. Di Mesir misalnya, mazhab As-Syafi'i di sana berhasil mengajarkan dan mendirikan perguruan tinggi, lalu punya banyak murid di antaranya dair Indonesia. Maka di kemudian hari, mazhab As-Syafi;i pun berkembang banyak di Indonesia.

Sekilas tentang 4 Mazhab

1. Mazhab Hanafi
Pendiri mazhab Hanafi ialah: Nu'man bin Tsabit bin Zautha.Diahirkan pada masa sahabat, yaitu pada tahun 80 H = 699 M. Beliau wafat pada tahun 150 H bertepatan dengan lahirnya Imam Syafi'i R.A. Beliau lebih dikenal dengan sebutan: Abu Hanifah An Nu'man.

Abu Hanifah adalah seorang mujtahid yang ahli ibadah. Dalam bidang fiqh beliau belajar kepada Hammad bin Abu Sulaiman pada awal abad kedua hijriah dan banyak belajar pada ulama-ulama Ttabi'in, seperti Atha bin Abi Rabah dan Nafi' Maula Ibnu Umar.

Mazhab Hanafi adalah sebagai nisbah dari nama imamnya, Abu Hanifah. Jadi mazhab Hanafi adalah nama dari kumpulan-kumpulan pendapat-pendapat yang berasal dari Imam Abu Hanifah dan murid-muridnya serta pendapat-pendapat yang berasal dari para pengganti mereka sebagai perincian dan perluasan pemikiran yang telah digariskan oleh mereka yang kesemuanya adalah hasil dari pada cara dan metode ijtihad ulama-ulama Irak (Ahlu Ra'yi). Maka disebut juga mazhab Ahlur Ra'yi masa Tsabi'it Tabi'in.

Dasar-dasar Mazhab Hanafi
Abu Hanifah dalam menetapkan hukum fiqh terdiri dari tujuh pokok, yaitu: Al-Kitab, As Sunnah, Perkataan para Sahabat, Al-Qiyas, Al-Istihsan, Ijma' dan Uruf.

Murid-murid Abu Hanifah adalah sebagai berikut:a. Abu Yusuf bin Ibrahim Al-Anshari (113-183 H)b. Zufar bin Hujail bin Qais al-Kufi (110-158 H)c. Muhammad bin Hasn bin Farqad as Syaibani (132-189 H)d. Hasan bin Ziyad Al-Lu'lu Al-Kufi Maulana Al-Anshari (….-204 H).

Daerah-daerah Penganut Mazhab Hanafi
Mazhab Hanafi mulai tumbuh di Kufah (Irak), kemudian tersebar ke negara-negara Islam bagian Timur. Dan sekarang ini mazhab Hanafi merupakan mazhab resmi di Mesir, Turki, Syiria dan Libanon.

Dan mazhab ini dianut sebagian besar penduduk Afganistan, Pakistan, Turkistan, Muslimin India dan Tiongkok.

2. Mazhab Maliki
Mazhab Maliki adalah merupakan kumpulan pendapat-pendapat yang berasal dari Imam Malik dan para penerusnya di masa sesudah beliau meninggal dunia.

Nama lengkap dari pendiri mazhab ini ialah: Malik bin Anas bin Abu Amir. Lahir pada tahun 93 M = 712 M di Madinah. Selanjutnya dalam kalangan umat Islam beliau lebih dikenal dengan sebutan Imam Malik. Imam Malik terkenal dengan imam dalam bidang hadis Rasulullah SAW.
Imam Malik belajar pada ulama-ulama Madinah. Yang menjadi guru pertamanya ialah Abdur Rahman bin Hurmuz. Beliau juga belajar kepada Nafi' Maula Ibnu Umar dan Ibnu Syihab Az Zuhri.

Adapun yang menjadi gurunya dalam bidang fiqh ialah Rabi'ah bin Abdur Rahman. Imam Malik adalah imam (tokoh) negeri Hijaz, bahkan tokohnya semua bidang fiqh dan hadits.


Dasar-dasar Mazhab Maliki
Dasar-dasar mazhab Maliki diperinci dan diperjelas sampai tujuh belas pokok(dasar) yaitu:

  • Nashshul Kitab
  • Dzaahirul Kitab (umum)
  • Dalilul Kitab (mafhum mukhalafah)
  • Mafhum muwafaqah
  • Tanbihul Kitab, terhadap illat
  • Nash-nash Sunnah
  • Dzahirus Sunnah
  • Dalilus Sunnah
  • Mafhum Sunnah
  • Tanbihus Sunnah
  • Ijma'
  • Qiyas
  • Amalu Ahlil Madinah
  • Qaul Shahabi
  • Istihsan
  • Muraa'atul Khilaaf
  • Saddud Dzaraa'i.


Sahabat-sahabat Imam Maliki dan Pengembangan Mazhabnya
Di antara ulama-ulama Mesir yang berkunjung ke Madinah dan belajar pada Imam Malik ialah:

  1. Abu Muhammad Abdullah bin Wahab bin Muslim.
  2. Abu Abdillah Abdur Rahman bin Qasim al-Utaqy.
  3. Asyhab bin Abdul Aziz al-Qaisi.
  4. Abu Muhammad Abdullah bin Abdul Hakam.
  5. Asbagh bin Farj al-Umawi.
  6. Muhammad bin Abdullah bin Abdul Hakam.
  7. Muhammad bin Ibrahim bin Ziyad al-Iskandari.


Adapun ulama-ulama yang mengembangkan mazhab Maliki di Afrika dan Andalus ialah:

  1. Abu Abdillah Ziyad bin Abdur Rahman al-Qurthubi.
  2. Isa bin Dinar al-Andalusi.
  3. Yahya bin Yahya bin Katsir Al-Laitsi.
  4. Abdul Malik bin Habib bin Sulaiman As Sulami.
  5. Abdul Hasan Ali bin Ziyad At Tunisi.
  6. Asad bin Furat.
  7. Abdus Salam bin Said At Tanukhi.


Sedang Fuqaha-fuqaha Malikiyah yang terkenal sesudah generasi tersebut di atas adalah sebagai berikut:

  1. Abdul Walid al-Baji
  2. Abdul Hasan Al-Lakhami
  3. Ibnu Rusyd Al-Kabir
  4. Ibnu Rusyd Al-Hafiz
  5. Ibnu 'Arabi
  6. Ibnul Qasim bin Jizzi


Daerah-daerah yang Menganut Mazhab Maliki.
Awal mulanya tersebar di daerah Madinah, kemudian tersebar sampai saat ini di Marokko, Aljazair, Tunisi, Libia, Bahrain, dan Kuwait.


3.Mazhab Syafi'i.
Mazhab ini dibangun oleh Al-Imam Muhammad bin Idris Asy Syafi'i seorang keturunan Hasyim bin Abdul Muthalib bin Abdi Manaf. Beliau lahir di Gaza (Palestina) tahun 150 H bersamaan dengan tahun wafatnya Imam Abu Hanifah yang menjadi Mazhab yang pertama.


Guru Imam Syafi'i yang pertama ialah Muslim bin Khalid, seorang Mufti di Mekah. Imam Syafi'i sanggup hafal Al-Qur-an pada usia tujuh tahun. Setelah beliau hafal Al-Qur-an barulah mempelajari bahasa dan syi'ir; kemudian beliau mempelajari hadits dan fiqh.


Mazhab Syafi'i terdiri dari dua macam; berdasarkan atas masa dan tempat beliau mukim. Yang pertama ialah Qaul Qadim; yaitu mazhab yang dibentuk sewaktu hidup di Irak. Dan yang kedua ialah Qul Jadid; yaitu mazhab yang dibentuk sewaktu beliau hidup di Mesir pindah dari Irak.
Keistimewaan Imam Syafi'i dibanding dengan Imam Mujtahidin yaitu bahwa beliau merupakan peletak batu pertama ilmu Ushul Fiqh dengan kitabnya Ar Risaalah. Dan kitabnya dalam bidang fiqh yang menjadi induk dari mazhabnya ialah: Al-Um.


Dasar-dasar Mazhab Syafi'i
Dasar-dasar atau sumber hukum yang dipakai Imam Syafi'i dalam mengistinbat hukum sysra' adalah:

  • Al-Kitab.
  • Sunnah Mutawatirah.
  • Al-Ijma'.
  • Khabar Ahad.
  • Al-Qiyas.
  • Al-Istishab.

Sahabat-sahabat beliau yang berasal dari Irak antara lain:

  1. Abu Tsaur Ibrahim bin Khalid bin Yaman al-Kalabi al-Bagdadi.
  2. Ahmad bin Hanbal yang menjadi Imam Mazhab keeempat.
  3. Hasan bin Muhammad bin Shabah Az Za'farani al-Bagdadi.
  4. Abu Ali Al-Husain bin Ali Al-Karabisi.
  5. Ahmad bin Yahya bin Abdul Aziz al-Bagdadi.

Adapun sahabat beliau dari Mesir:

  1. Yusuf bin Yahya al-Buwaithi al-Misri.
  2. Abu Ibrahim Ismail bin Yahya al-Muzani al-Misri.
  3. Rabi' bin Abdul Jabbar al-Muradi.
  4. Harmalah bin Tahya bin Abdullah Attayibi
  5. Yunus bin Abdul A'la Asshodafi al-Misri.
  6. Abu Bakar Muhammad bin Ahmad.

Daerah-daerah yang Menganut Mazhab Syafi'i
Mazhab Syafi'i sampai sekarang dianut oleh umat Islam di: Libia, Mesir, Indonesia, Pilipina, Malaysia, Somalia, Arabia Selatan, Palestina, Yordania, Libanon, Siria, Irak, Hijaz, Pakistan, India, Jazirah Indo China, Sunni-Rusia dan Yaman.


4. Mazhab Hambali.
Pendiri Mazhab Hambali ialah: Al-Imam Abu Abdillah Ahmad bin Hanbal bin Hilal Azzdahili Assyaibani. Beliau lahir di Bagdad pada tahun 164 H. dan wafat tahun 241 H.


Ahmad bin Hanbal adalah seorang imam yang banyak berkunjung ke berbagai negara untuk mencari ilmu pengetahuan, antara lain: Siria, Hijaz, Yaman, Kufah dan Basrsh. Dan beliau dapat menghimpun sejumlah 40.000 hadis dalam kitab Musnadnya.


Dasar-dasar Mazhabnya.
Adapun dasar-dasar mazhabnya dalam mengistinbatkan hukum adalah:

  • Nash Al-Qur-an atau nash hadits.
  • Fatwa sebagian Sahabat.
  • Pendapat sebagian Sahabat.
  • Hadits Mursal atau Hadits Doif.
  • Qiyas.


Dalam menjelaskan dasar-dasar fatwa Ahmad bin Hanbal ini di dalam kitabnya I'laamul Muwaaqi'in.


Pengembang-pengembang Mazhabnya
Adapun ulama-ulama yang mengembangkan mazhab Ahmad bin Hanbal adalah sebagai berikut:

  1. Abu Bakar Ahmad bin Muhammad bin Hani yang terkenal dengan nama Al-Atsram; dia telah mengarang Assunan Fil Fiqhi 'Alaa Mazhabi Ahamd.
  2. Ahmad bin Muhammad bin Hajjaj al-Marwazi yang mengarang kitab As Sunan Bisyawaahidil Hadis.
  3. Ishaq bin Ibrahim yang terkenal dengan nama Ibnu Ruhawaih al-Marwazi dan termasuk ashab Ahmad terbesar yang mengarang kitab As Sunan Fil Fiqhi.

Ada beberapa ulama yang mengikuti jejak langkah Imam Ahmad yang menyebarkan mazhab Hambali, di antaranya:

  1. Muwaquddin Ibnu Qudaamah al-Maqdisi yang mengarang kitab Al-Mughni.
  2. Syamsuddin Ibnu Qudaamah al-Maqdisi pengarang Assyarhul Kabiir.
  3. Syaikhul Islam Taqiuddin Ahmad Ibnu Taimiyah pengarang kitab terkenal Al-Fataawa.
  4. Ibnul Qaiyim al-Jauziyah pengarang kitab I'laamul Muwaaqi'in dan Atturuqul Hukmiyyah fis Siyaasatis Syar'iyyah. Ibnu Taimiyah dan Ibnul Qaiyim adalah dua tokoh yang membela dan mengembangkan mazhab Hambali.


Daerah yang Menganut Mazhab Hambali.
Awal perkembangannya, mazhab Hambali berkembang di Bagdad, Irak dan Mesir dalam waktu yang sangat lama. Pada abad XII mazhab Hambali berkembang terutama pada masa pemerintahan Raja Abdul Aziz As Su'udi.
Dan masa sekarang ini menjadi mazhab resmi pemerintahan Saudi Arabia dan mempunyai penganut terbesar di seluruh Jazirah Arab, Palestina, Siria dan Irak.


Demikian sekilas sejarah dan penjelasan dari keempat mazhab yang terkenal.


Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Ahmad Sarwat, Lc


Sumber : Era Muslim


-- While you've been reading the above, thousands of people all over the world have been working to put money in my pocket. I even make money while I sleep! By this time next week, so could YOU. Get full info here: http://www.quickinfo247.com/9798646/FREE.

[Ustadz Menjawab] Perbedaan Antar Mazhab?

Perbedaan Antar Mazhab?

Rabu, 27 Agu 2008 00:05

Asalamualaikum wr. wb.

Ustadz yang dirahmati Allah, saya memiliki beberapa pertanyaan:
1. Apa sebenarnya perbedaan yang mendasar antara mazhab Hanafi, Syafi'i, Maliki dan Hambali?
2. Apakah aliran/golongan Hizbuttahrir dan Jama'ah Tabligh itu sama? Mengaju kepada imam siapakah golongan tersebut? Apa kelemahan dari-dari golongan tersebut?

Syukron, Jazakumullah Khairan Khatsiran
Wassalamu'alikum wr. wb.
Najmah

Jawaban

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Di antara tonggak penegang ajaran Islam di muka bumi adalah muncul beberapa mazhab raksasa di tengah ratusan mazhab kecil lainnya. Keempat mazhab itu adalah Al-Hanabilah, Al-Malikiyah, Asy-Syafi'iyah dan Al-Hanabilah. Sebenarnya jumlah mazhab besar tidak hanya terbatas hanya 4 saja, namun keempat mazhab itu memang diakui eksistensi dan jati dirinya oleh umat selama 15 abad ini.

Keempatnya masih utuh tegak berdiri dan dijalankan serta dikembangkan oleh mayoritas muslimin di muka bumi. Masing-masing punya basis kekuatan syariah serta masih mampu melahirkan para ulama besar di masa sekarang ini.

Berikut sekelumit sejarah keempat mazhab ini dengan sedikit gambaran landasan manhaj mereka.

1. MazhabAl-Hanifiyah.
Didirikan oleh An-Nu'man bin Tsabit (80-150 H) atau lebih dikenal sebagai Imam Abu Hanifah. Beliau berasal dari Kufah dari keturunan bangsa Persia. Beliau hidup dalam dua masa, Daulah Umaiyah dan Abbasiyah. Beliau termasuk pengikut tabiin (tabi'utabiin), sebagian ahli sejarah menyebutkan, ia bahkan termasuk Tabi'in.

Mazhab Al-Hanafiyah sebagaimana dipatok oleh pendirinya, sangat dikenal sebagai terdepan dalam masalah pemanfaatan akal/ logika dalam mengupas masalah fiqih.


Oleh para pengamat dianalisa bahwa di antaralatar belakangnya adalah:

  • Karena beliau sangat berhati-hati dalam menerima sebuah hadits. Bila beliau tidak terlalu yakin atas keshahihah suatu hadits, maka beliau lebih memlih untuk tidak menggunakannnya. Dan sebagai gantinya, beliau menemukan begitu banyak formula seperti mengqiyaskan suatu masalah dengan masalah lain yang punya dalil nash syar'i.

  • Kurang tersedianya hadits yang sudah diseleksi keshahihannya di tempat di mana beliau tinggal. Sebaliknya, begitu banyak hadits palsu, lemah dan bermasalah yang beredar di masa beliau. Perlu diketahui bahwa beliau hidup di masa 100 tahun pertama semenjak wafat nabi SAW, jauh sebelum era imam Al-Bukhari dan imam Muslim yang terkenal sebagai ahli peneliti hadits.

Di kemudian hari, metodologi yang beliau perkenalkan memang sangat berguna buat umat Islam sedunia. Apalagi mengingat Islam mengalami perluasan yang sangat jauh ke seluruh penjuru dunia. Memasuki wilayah yang jauh dari pusat sumber syariah Islam. Metodologi mazhab ini menjadi sangat menentukan dalam dunia fiqih di berbagai negeri.


2. Mazhab Al-Malikiyah
Mazhab ini didirikan oleh Imam Malik bin Anas bin Abi Amir Al-Ashbahi (93 – 179H). Berkembang sejak awal di kota Madinah dalam urusan fiqh.

Mazhab ini ditegakkan di atas doktrin untuk merujuk dalam segala sesuatunya kepada hadits Rasulullah SAW dan praktek penduduk Madinah.

Imam Malik membangun madzhabnya dengan 20 dasar; Al-Quran, As-Sunnah (dengan lima rincian dari masing-masing Al-Quran dan As Sunnah; tekstualitas, pemahaman zhahir, lafaz umum, mafhum mukhalafah, mafhum muwafakah, tanbih alal illah), Ijma', Qiyas, amal ahlul madinah (perbuatan penduduk Madinah), perkataan sahabat, istihsan, saddudzarai', muraatul khilaf, istishab, maslahah mursalah, syar'u man qablana (syariat nabi terdahulu).

Mazhab ini adalah kebalikan dari mazhan Al-Hanafiyah. Kalau Al-Hanafiyah banyak sekali mengandalkan nalar dan logika, karena kurang tersedianya nash-nash yang valid di Kufah, mazhab Maliki justru 'kebanjiran' sumber-sumber syariah. Sebab mazhab ini tumbuh dan berkembang di kota Nabi SAW sendiri, di mana penduduknya adalah anak keturunan para shahabat. Imam Malik sangat meyakini bahwa praktek ibadah yang dikerjakan penduduk Madinah sepeninggal Rasulullah SAW bisa dijadikan dasar hukum, meski tanpa harus merujuk kepada hadits yang shahih para umumnya.

3. Mazhab As-Syafi'iyah
Didirikan oleh Muhammad bin Idris Asy Syafi'i (150 – 204 H). Beliau dilahirkan di Gaza Palestina (Syam) tahun 150 H, tahun wafatnya Abu Hanifah dan wafat di Mesir tahun 203 H.
Di Baghdad, Imam Syafi'i menulis madzhab lamanya (madzhab qodim). Kemudian beliau pindah ke Mesir tahun 200 H dan menuliskan madzhab baru (madzhab jadid). Di sana beliau wafat sebagai syuhadaul 'ilm di akhir bulan Rajab 204 H.

Salah satu karangannya adalah "Ar-Risalah" buku pertama tentang ushul fiqh dan kitab "Al-Umm" yang berisi madzhab fiqhnya yang baru. Imam Syafi'i adalah seorang mujtahid mutlak, imam fiqh, hadis, dan ushul. Beliau mampu memadukan fiqh ahli ra'yi (Al-Hanafiyah) dan fiqh ahli hadits (Al-Malikiyah).

Dasar madzhabnya: Al-Quran, Sunnah, Ijma' dan Qiyas.

Beliau tidak mengambil perkataan sahabat karena dianggap sebagai ijtihad yang bisa salah. Beliau juga tidak mengambil Istihsan (menganggap baik suatu masalah) sebagai dasar madzhabnya, menolak maslahah mursalah dan perbuatan penduduk Madinah. Imam Syafi'i mengatakan, "Barangsiapa yang melakukan istihsan maka ia telah menciptakan syariat." Penduduk Baghdad mengatakan, "Imam Syafi'i adalah nashirussunnah (pembela sunnah),"

Kitab "Al-Hujjah" yang merupakan madzhab lama diriwayatkan oleh empat imam Irak; Ahmad bin Hanbal, Abu Tsaur, Za'farani, Al-Karabisyi dari Imam Syafi'i. Sementara kitab "Al-Umm" sebagai madzhab yang baru yang diriwayatkan oleh pengikutnya di Mesir; Al-Muzani, Al-Buwaithi, Ar-Rabi' Jizii bin Sulaiman.

Imam Syafi'i mengatakan tentang madzhabnya, "Jika sebuah hadits shahih bertentangan dengan perkataanku, maka ia (hadis) adalah madzhabku, dan buanglah perkataanku di belakang tembok, "

4. Mazhab Al-Hanabilah
Didirikan oleh Imam Ahmad bin Hanbal Asy Syaibani (164 – 241 H). Dilahirkan di Baghdad dan tumbuh besar di sana hingga meninggal pada bulan Rabiul Awal. Beliau memiliki pengalaman perjalanan mencari ilmu di pusat-pusat ilmu, seperti Kufah, Bashrah, Mekah, Madinah, Yaman, Syam.

Beliau berguru kepada Imam Syafi'i ketika datang ke Baghdad sehingga menjadi mujtahid mutlak mustaqil. Gurunya sangat banyak hingga mencapai ratusan. Ia menguasai sebuah hadis dan menghafalnya sehingga menjadi ahli hadis di zamannya dengan berguru kepada Hasyim bin Basyir bin Abi Hazim Al-Bukhari (104 – 183 H).

Imam Ahmad adalah seorang pakar hadis dan fiqh. Imam Syafi'i berkata ketika melakukan perjalanan ke Mesir, "Saya keluar dari Baghdad dan tidaklah saya tinggalkan di sana orang yang paling bertakwa dan paling faqih melebihi Ibnu Hanbal (Imam Ahmad), "

Dasar madzhab Ahmad adalah Al-Quran, Sunnah, fatwah sahahabat, Ijam', Qiyas, Istishab, Maslahah mursalah, saddudzarai'.

Imam Ahmad tidak mengarang satu kitab pun tentang fiqhnya. Namun pengikutnya yang membukukannya madzhabnya dari perkataan, perbuatan, jawaban atas pertanyaan dan lain-lain. Namun beliau mengarang sebuah kitab hadis "Al-Musnad" yang memuat 40.000 lebih hadis. Beliau memiliki kukuatan hafalan yang kuat. Imam Ahmad mengunakan hadis mursal dan hadis dlaif yang derajatnya meningkat kepada hasan bukan hadis batil atau munkar.

Di antara murid Imam Ahmad adalah Salh bin Ahmad bin Hanbal (w 266 H) anak terbesar Imam Ahmad, Abdullah bin Ahmad bin Hanbal (213 – 290 H). Shalih bin Ahmad lebih menguasai fiqh dan Abdullah bin Ahmad lebih menguasai hadis. Murid yang adalah Al-Atsram dipanggil Abu Bakr dan nama aslinya; Ahmad bin Muhammad (w 273 H), Abdul Malik bin Abdul Hamid bin Mihran (w 274 H), Abu Bakr Al-Khallal (w 311 H), Abul Qasim (w 334 H) yang terakhir ini memiliki banyak karangan tentang fiqh madzhab Ahmad. Salah satu kitab fiqh madzhab Hanbali adalah "Al-Mughni" karangan Ibnu Qudamah.


Wallahu a'lam bish-shawab, wassalamu 'alaikm warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.

http://eramuslim.com/ustadz-menjawab/umum/perbedaan-antar-mazhab.htm

[Ustadz Menjawab] Arti Ucapan Selamat Lebaran

Arti Ucapan Selamat Lebaran

Assalamualaikum...

Selamat lebaran Pak Ustadz.

Saya langsung saja ke pertanyaan pak ustadz. Setiap menyambut hari raya idul fitri, kebanyakan kaum muslim mengirimkan ucapan selamat Lebaran berbunyi " Taqabalallahu Minna waminkum, shiyamana washiyamakum. Minal aidin wal faidzin."

Saya sebagai orang awam yang tidak tahu dengan bahasa Arab, bingung dengan arti kata-kata di atas.

Mohon kepada Pak Ustadz menjelaskan arti kalimat di atas.

Wassalam
Efri

Jawaban

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Taqabballahu itu artinya semoga Allah mengabulkan.
Minaa wa minkum berarti dari kami dan dari anda.
Shiyamana wa shiyamakum berarti puasa kami dan puasa anda.

Sedangkan lafadz minal a'idin wal faidzin merupakan doa yang terpotong, arti secara harfiyahnya adalah: termasuk orang yang kembali dan menang.

Lafadz ini terpotong, seharusnya ada lafadz tambahan di depannya meski sudah lazim lafadz tambahan itu memang tidak diucapkan. Lengkapnya ja'alanallahu minal a'idin wal faidzin, yang bermakna semoga Allah menjadi kita termasuk orang yang kembali dan orang yang menang.

Namun sering kali orang salah paham, dikiranya lafadz itu merupakan bahasa arab dari ungkapan mohon maaf lahir dan batin. Padahal bukan dan merupakan dua hal yang jauh berbeda.

Lafadz taqabbalallahu minna wa minkum merupakan lafadz doa yang intinya kita saling berdoa agar semua amal kita diterima Allah SWT. Lafadz doa ini adalah lafadz yang diajarkan oleh Rasulullah SAW ketika kita selesai melewati Ramadhan.

Jadi yang diajarkan sebenarnya bukan bermaaf-maafan seperti yang selama ini dilakukan oleh kebanyakan bangsa Indonesia. Tetapi yang lebih ditekankan adalah tahni'ah yaitu ucapan selamat serta doa agar amal dikabulkan.

Meski tidak diajarkan atau diperintahkan secara khusus, namun bermaaf-maafan dan silaturrahim di hari Idul Fithri juga tidak terlarang, boleh-boleh saja dan merupakan 'urf (kebiasaan) yang baik.

Di luar Indonesia, belum tentu ada budaya seperti ini, di mana semua orang sibuk untuk saling mendatangi sekedar bisa berziarah dan silaturrahim, lalu masing-masing saling meminta maaf. Sungguh sebuah tradisi yang baik dan sejalan dengan syariah Islam.

Meski terkadang ada juga bentuk-bentuk yang kurang sejalan dengan Islam, misalnya membakar petasan di lingkungan pemukiman. Tentunya sangat mengganggu dan beresiko musibah kebakaran.

Termasuk juga yang tidak sejalan dengan tuntunan agama adalah bertakbir keliling kota naik truk sambil mengganggu ketertiban berlalu-lintas, apalagi sambil melempar mercon, campur baur laki dan perempuan dan tidak mengindahkan adab dan etika Islam.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc
-------------------------------------------------------------
http://muslimcentral.blogspot.com/2007_12_01_archive.html

[Ustadz Menjawab] Cara Pemecahan Shalat Dikarenakan Pekerjaan

Cara Pemecahan Shalat Dikarenakan Pekerjaan

Senin, 24 Jul 06 15:07 WIB

Assalamu'alaikum wr. wb.

Saya bekerja sebagai operator warnet, dan warnet saya buka 24 jam, dan dibagi menjadi 3 shift per hari, jadi 8 jam satu shift-nya:

Shift 1: dari jam 00:00 - 08:00
Shift 2: dari jam 08:00 - 16:00
Shift 3: dari jam 16:00 - 00:00

Ketiganya saya ada hari tertentu.
Terlihat dari pembagian jam itu, tiap shift mengorbankan 2 waktu sholat wajib kita, kecuali shift 1 yaitu hanya shalat subuh.

Tiap shift cuma 1 operator yang jaga, misalnya cuma saya sendiri.

Saya bekerja dengan cara mensiasati membawa teman untuk jaga warnet, dan bila waktu sholat tiba saya minta waktu untuk sebentar digantikan, dan nanti kita gantian.

Tapi hal itu tidak bisa saya lakukan terus-menerus, ada kalanya saya harus sendiri dan mau tidak mau harus fulltime 8 jam untuk jaga warnet, dan hampir tidak ada waktu untuk sholat karena keluar masuknya pemakai warnet (user).

Bila keadaan seperti ini saya hanya bisa 1 cara yaitu menjamak sholat saya.

Yang saya tanyakan:
1. Bagaimana cara lain pemecahannya?
2. Apakah sholatnya boleh untuk dijamak?
3. Bagaimana niatnya?

Wassalamu'alaikum wr. wb.
Muhammad Rif'at Akhsanhairifa

Jawaban

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Sebaiknya anda tidak menjamak shalat, apalagi karena hal itu terus menerus terjadi secara rutin. Untuk dibolehkan menjama' ada syarat tertentu yang harus dipenuhi.

Tapi kesibukan kerja sistem shift ini bukan termasuk alasan dibolehkannya menjama' shalat.

Sebenarnya shalat itu bukan ibadah yang susah dilakukan. Tidak memerlukan tempat khusus, bahkan tidak ada pakaian khusus untuk shalat. Di mana saja di muka bumi ini adalah tempat untuk shalat. Bahkan saat tidak ada air untuk wudhu', kita masih bisa bersuci dengan menggunakan tanah (tayammum).

Bahkan orang yang tidak mampu berdiri dengan kedua kakinya, tetap masih bisa shalat dengan duduk. Dan yang tidak mampu duduk, bisa shalat sambil berbaring. Yang sama sekali tidak bisa menggerakkan badan, bisa dengan kedipan mata saja.

Pendeknya, tidak ada satu pun alasan di dunia ini di mana seseorang bisa tidak shalat, kecuali bila memang secara tegas disebutkan larangan oleh Rasulullah SAW.
Misalnya, wanita yang mendapat haidh atau nifas, secara tegas memang dilarang syariah untuk shalat. Sedangkan alasan sakit, perjalanan, hujan atau lainnya, dbolehkan untuk menjama' tapi tidak boleh ditinggalkan.

Bahkan dalam keadaan perang yang urusannya antara hidup dan mati, shalat tetap wajib. Bahkan nabi mencontohkannya dengan berjamaah. Shalat itu cukup aneh karena unik dan khas.
Namanya shalat Khauf.

Shalat pun tidak membutuhkan waktu lama bila dikerjakan secara standar minimal (minimal requirement), paling-paling hanya 2 atau 3 menit saja. Waktu selama itu sebanding sekali dengan anda buang air kecil ke WC. Tidakkah selama 8 jam itu anda punya kesempatan untuk sekedar buang air kecil?

Padahal untuk bisa shalat secara sah, anda bahkan tidak perlu beranjak dari tempat kerja anda. Bagaimana wudhu'nya? Cukup segelas air mineral yang sudah pasti tersedia di meja anda, bisa anda gunakan untuk wudhu'.

Bolehkah tidak pakai sajadah, sarung, kopiah, atau alas?
Sangat boleh jawabnya. Bahkan masjid Nabawi di Madinah dahulu lantainya hanya pasir dan atapnya pelepah kurma. Kalau orang masuk, tidak perlu buka sendal atau sepatu.
Cukup dikeset-kesetkan di tanah sebelum masuk. Dan itu artinya, tidak wajib pakai alas untuk sekedar boleh shalat. shalat boleh dilakukan di lantai, marmer, ubin, keramik, tanah, pasir atau apapun.
Asalkan tidak ada najis yang kelihatan.

Anda pun tidak harus membaca surat Al-Baqarah yang panjangnya dua juz setengah, untuk sekedar sahnya satu rakaat. Cukup baca Qulhuwallahu ahad, atau Al-Falaq atau An-Nas. Ruku' dan sujud anda tidak perlu berisi doa-doa panjang minta kapal untuk shalat lima waktu. Kecuali pada shalat malam (tahajjud), di mana hanya ada anda berdua dengan Allah saja.

Shalat anda boleh dilakukan dengan cepat, asalkan rukunnya semua terpenuhi. Bukankah Rasulullah SAW dikenal sering mempercepat shalatnya kalau sedang jadi imam shalat, apalagi bila mendengar ada bayi menangis.

Jadi kesimpulannya?

Shalat tetap wajib dilakukan di dalam waktunya meski tidak harus di awal. Boleh tetap dilakukan langsung di tempat kerja, tanpa alas, sarung, kopiahdan semua atribut. Dan tidak perlu berlama-lama dalam mengerjakannya.

Semua itu untuk mengejar sahnya shalat, ketimbang anda berijtihad sendiri dan membuat-buat agama baru dengan menjama'nya, padahal syaratnya belum terpenuhi.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.

http://www.eramuslim.com/ustadz/shl/6720133125-cara-pemecahan-shalat-dikarenakan-pekerjaan.htm?other

Sunday, February 10, 2008

Rapor Idola Cilik Seleb RCTI

Sore ini sambil menemani Mufasa main, kami nonton acara TV di RCTI. Namanya Rapor Idola Cilik Seleb.

Another worthless show giving Indonesian youths shortcut way to become rich and famous, without having to work or study hard. Just make yourself a celebs the rest will come to you.

Tapi bukan itu yg menarik perhatian saya sore tadi.

Yang menarik adalah saat bintang tamu yg mengisi acara ini, Matta Band, tampil.

Penampilan pertama diisi dengan lagu andalan mereka, "Ketahuan"; yang langsung disambut dan turut dinyanyikan dengan antusias oleh anak2 kecil peserta dan penonton acara ini.


Iya memang ini acara buat anak kecil yg kerabatnya selebriti buat tampil memperebutkan tabungan pendidikan -- aneh? bukannya banyak yg lebih butuh tabungan pendidikan daripada anak2nya seleb?-- penontonnya pun adalah anak2 kecil biasa yg ortu2nya nantinya bakal terbuai untuk beli produk sponsor supaya anaknya bisa kayak seleb dan turut pula berkhayal supaya anaknya gak perlu tinggi2 sekolah yg penting jago nyanyi dan bisa akting nangis bin marah2 buat modal jadi selebriti sinetron!


Nah ceritanya si Matta ini kayaknya agak nggak enak hati juga pas bawain "Ketahuan" dan disambut dengan gegap gempita sambil anak2 kecil yg masih ingusan ini turut menyanyikan... karena syair lagu itu sebetulnya lebih pas untuk anak2 yg minimal sudah remaja (teenager).

"Wo'o... kamu ketahuan... pacaran lagi...
dengan dirinya... Teman baikku... Wo'o..."


Jadilah di penampilan kedua Matta membuat kejutan dengan menyanyikan lagu... "Pada Hari Minggu Kuturut Ayah ke Kota.." dan "Abang Becak"...

en you know what the tragic thing is....?

Anak2 kecil yg tadinya begitu antusias menyanyikan "Ketahuan", mendadak diam.... gak ada yg ngerti lagunya!

Ironis.

Saya agak bisa (menduga) mengerti kenapa Matta pilih bawakan lagu anak2 ini di penampilan keduanya setelah rehat. Pastilah mereka 'sadar' akan penontonnya dan sadar juga pilihan lagu mereka yg pertama tidak tepat untuk usia anak2 ini..
Tapi apa mau dikata.. anak2 ini lebih hapal lagu 'dewasa' mereka itu ketimbang lagu anak2!

Sedih.

Sudahlah di TV isinya tayangan karbit tak mendidik seperti ini (kecuali mendidik buat mentingin penampilan, beken, kaya mendadak tanpa kerja keras), sinetron pun cuma mengajari menghina orang yg lebih rendah, pergi ke toko buku komik berisi bokep dan komik anak2 dicampur bersebelahan, mau jadi apa lagi anak-anak bangsa ini...


Kalau ada yg bilang "Kalau memang gak suka ya gak usah nonton! Ganti channel aja gitu kok repot"

Boleh dijawab? "Ada orang kentut depan hidung kamu. Kamu lagi makan. Kalau memang gak suka ya gak usah dihirup. Tutup idung aja atau pindah duduk. Gitu aja kok repot!"


That's not the fuckin' point.
The point is, we need rules and regulations for Television, Books and even Advertisings.

Tayangan2 yg berpotensi mengkarbit anak2 sebelum waktunya boleh ditayangkan tapi selepas pukul 10 malam, di saat anak2 sudah tidur.

Iklan2 yg berisikan kekerasan atau horor hanya boleh tayang juga di waktu yg sama.


Komik pun perlu rating.

Sebegitu bodohnya kah pejabat pemerintah kita hingga sampai saat ini masih tidak tahu kalau komik jepang itu ada yang namanya Hentai?
Alias komik Bokep? Gak tau?? Kemana aja sih lu.. di STPDN diajarin apaan aja sihh???

Masa sampai sekarang masih menganggap komik itu bacaan untuk anak kecil dan semuanya sama isinya! Huh!


Harus ada klasifikasi, rating. Dan ini harus dijalankan oleh lembaga yg punya kuasa pemaksa dan menghukum.

Jangan tunggu sampai generasi bangsa ini rusak barulah kita merasa kecolongan dan perlu untuk bertindak.

Sunday, February 03, 2008

Jujur tapi sakit atau Manis tapi bohong?

Menurut sampeyan mana yg lebih mending?

- Anak yang baik adalah anak yg tidak pernah berbohong pada orangtuanya, walaupun sejelek apa kelakuan dia di luar rumah. Anak tipe ini tahu apa yg dia lakukan akan menyakiti hati orang tuanya, tapi ia memilih untuk tetap jujur pada ayah/ibu walaupun itu berarti menyakiti hati mereka.

Ia memilih untuk tidak memakai topeng dengan resiko ortunya yg 'makan ati' karena kelakuan dia. They deserve the truth how bitter it is.

ATAU

- Anak yg baik adalah anak yg memilih untuk berbohong pada orangtuanya. Ia tahu kelakuannya di luar rumah adalah salah dan pasti akan menyakiti hati ayah/ibunya bila mereka tahu.

Ia memilih untuk memakai topeng dengan niatan tidak ingin menyakiti perasaan ayah/ibunya. It's his own life and responsibility anyway.


Terus terang saya masih bingung. Dalam mendidik anak saya nanti arah mana yg harus saya tanamkan.

Tentu saja ada pilihan ketiga, yaitu si anak selalu jujur dan tidak pernah melakukan hal2 yg bikin ayah/ibunya tersakiti perasaannya. But hey this is real world, there's no such thing in the real world.

So leave your moral and ideal answers behind and come up to me with practical solutions, will ya!

Thanks before hands.


Selamat Jalan, Jenderal Besar.. Selamat Menghadap Tuhan.

Bayangkan anda diangkat jadi seorang pemimpin perusahaan, kas perusahaan kosong dan minus, karyawan terpecah belah, banyak kubu senior manajemen yg saling berseteru, share holders berteriak2 pada saudara menuntut hak mereka. Ditambah lagi bayang2 sang CEO lama yg masih sangat berpengaruh.


Apa yg bakal anda lakukan?

Sekarang ganti posisi itu dengan presiden RI di tahun 1966.
Kurang lebih itulah yg dihadapi pak Harto. Puyeng? pasti.

Tahun 1980-an masa keemasan RI, ekonomi tumbuh dengan laju yg fantantis serupa dengan yg sekarang dinikmati cina. Harga stabil, laju inflasi terkendali, kebutuhan dasar terpenuhi, pendidikan masih terjangkau, kesehatan relatif merata, pertumbuhan infrastruktur terus meningkat.

Pendeknya Indonesia telah menjelma menjadi macan Asia dengan prospek yg sangat cerah di masa depan.

Kurang lebih begitulah pendapat rekan2 di kantor di negara-pulau ini. Bagi mereka apa yg Pak Harto lakukan untuk Indonesia begitu fantastis serupa dengan apa yg LKY telah lakukan bagi singapura hingga seperti sekarang.

Rekan2 ini tak habis pikir kenapa di saat2 terakhirnya Pak Harto tidak mendapat perlakuan yg selayaknya. Malah dikejar2 bak seorang kriminal.

Kami2 para TKI hanya bisa tersenyum saja mendengar tuduhan 'tidak tahu terimakasih' dari mereka.

Mungkin memang wajar kalau mereka tidak perlu hirau untuk mencari tahu bagaimana bedanya bumi dengan langit perlakuan terhadap Pak Harto dan perlakuan terhadap Bung Karno di saat2 terakhirnya.

Tapi yg bikin tergelitik adalah banyak orang Indonesia sendiri yg seakan menyayangkan bergantinya pemerintah dan menyalahkan semua keterpurukan Indonesia saat ini sebagai akibat dari digantinya Pak Harto.

Wah..wah.. Pak Harto memang berhasil membuat kita berswasembada pangan, tapi beliau juga menyebabkan ribuan petani cengkeh mati merana. Pak Harto berhasil menekan harga kebutuhan pokok, tapi beliau juga menyebabkan setiap anak bayi yg terlahir dari bumi Indonesia ini menanggung beban hutang luar negeri.

Lantas apa hebatnya? LKY meniru gaya yg sama dalam membangun singapura, tapi beliau tidak meninggalkan beban hutang! Mahattir juga berproyek untuk kebanggaan malaysia dengan petronas dan proton-nya, tapi ia tidak membuat perusahaan2 yg jago kandang dan korup!

Kesalahan terbesar Pak Harto bagi bangsa Indonesia menurut saya adalah dengan mengadopsi budaya feodalisme ke dalam pemerintahan dan menyuntikkannya ke nadi bangsa.

Rakyat bangsa ini jadi penakut untuk bicara, jadi terbiasa menunduk menyembah2 atasannya walaupun salah, rakyat bangsa ini jadi orang yg kerdil ketika berhadapan dengan orang asing. Budaya feodalisme ala Raja Jawa inilah yg menarik Indonesia mundur sekian puluh tahun ke belakang walaupun bangunan fisiknya maju menjulang.

Tak kurang Prof Selo Soemardjan dan Bapak Soedarpo Sastrosatomo pun menyatakan hal yg sama. Bahwa dosa terbesar Suharto bagi bangsa ini adalah mengadopsi budaya feodalisme Jawa ke dalam pemerintahan.

Menumpulkan pemikiran kritis dan berbeda pendapat (yang sudah ada sejak jaman Bung Karno-Hatta) dan melahirkan pribadi2 penurut yg tidak punya daya saing selain menunggu apa mau atasan.

Penyakit warisan ini yg bikin bangsa ini tak lepas2 dari krisis hingga sekarang.

Kalau sudah begini apa perlu bagi kita untuk 'tau berterimakasih' pada pemimpin yang menyebabkan ini semua?


Mohon maaf, masa2 Orde Baru adalah masa yg indah. Pendidikan terjangkau. Harga stabil. Tapi apalah artinya kalau itu semua semu?
Semuanya dibangun dari hutang. Hutang yg tak dipersiapkan untuk dibayar dengan baik.
Hutang yg sebagian besarnya mengalir ke kantong para pemimpin rakyat.

Sementara rakyatnya dibuai dengan pendidikan terjangkau, laju ekonomi yg tinggi, harga yg stabil, pekerjaan melimpah.

Ibarat orang yg berkaca dan melihat dirinya berwajah mulus ditata salon, berpakaian mewah dan enak dilihat, wangi lagi harum.. tapi semuanya itu dibeli dengan kartu kredit.

Seorang necis, rapi, tampan gagah tapi penuh hutang.

Apalah artinya?

Thursday, December 20, 2007

If I wasnt Muslim

by DAMIR NIKSIC



If I wasnt Muslim

Added: July 28, 2007

If I wasnt Muslim
Ya ba dibi dibi dibi dibi dibi dum.
If I wasnt born Mohammedan
Life for me would have been fun.

I could live and prosper
On my land and I could even build a bigger house.
I wouldnt have to, every now and then,
Run and hide like a mouse.

If I wasn't Muslim
Ya ... dum.
My neighbours wouldnt set my home on fire
And surround me with barbed wire.

I wouldnt live in terror
Ya .... dum.
Books wouldnt teach you that I was an error
In European history.

I would not have to prove that I am not stupid
A backward and primitive villain,
An alien threat to your way of life
to be hunted down.

I wouldnt be so ashamed of
The names of my relatives and mine
Of the Semitic language I speak to my God
That no one here understands.

My tradition wouldnt insult
My Christian neighbours and friends
My diet, my cap, the Ramadan fast
The crescent and the star.

Bayram, I know, will never be famous
like Christmas or Easter Sunday..
So modern and cool, so western,
And- oh so "secular".

If I wasnt Muslim
If I had an ordinary Slavic Christian name
If I wasnt circumcised
If I could eat my eggs with ham

I would be accepted
Ya .... dum.
Id blend in to Europe and enjoy
I wouldnt be its whipping boy.

Oh boy..
If I were a Christian
I wouldnt have to prove that I am human too.
Cos when youre Christian youre always civilized,
No matter what you wear or do.

But when you are a Muslim
It is really hard to find some sympathy for you.
No one really likes you, no one really cares
No one wants to know your point of view.

If I wasnt Muslim
Ya .... dum.
If I was a part of Christendom
Europe would be my sweet home.

I wouldnt have to worry
Ya .... dum.
What will happen in a year or two?
Will I have to leave or stay and die?
Drop my pants to be identified and put aside
Just cos Im a Musulman?!


Ied Mubarak to all my muslim friends.

Tuesday, September 25, 2007

Foto-foto Adek Mufasa 2

My Sister Keiya Aleysha came visiting.. She looks very happy.. :)

Then Comes Daddy.. We took picture together.. The three of us.

Daddy, Kakak Keiya, and Me..

In Daddy's arm... Warm..


Feel like to open my eyes..

Paappppiiiiipppp......! (Oww.. so this is how world looks like.. Hmm..)

I think.. I better go back to sleep.

With Mommy.. :)
And this is my proud Daddy.
Selebihnya bisa dilihat di www.keiyafiles.multiply.com yah..

Saturday, August 25, 2007

Waktu

Demi Masa.


Sesungguhnya manusia itu merugi.
Kecuali mereka yang percaya
dan berbuat baik.

Dan saling menasehati
dalam kebaikan
dan kesabaran.

-----------

Monday, December 11, 2006

Sebuah Rumah di Perempatan Jalan

Di dekat kontrakan saya ada sebuah rumah, letaknya di pojokan tepat di perempatan jalan. Rumahnya biasa saja sih.. sudah lama sepertinya. Di rumah itu tinggal para pekerja konstruksi yg sepertinya berasal dari sebuah anak benua di Asia.
Biasanya saya tak terlalu hirau dengan rumah ini dan penghuninya, walaupun beberapa kali lewat kalau sedang berjalan menuju rumah.
Tapi sudah sejak beberapa hari ini sejak kantor pindah saya harus mengambil rute lain untuk pulang ke rumah, jadi selalu melewati rumah ini dan selalu saja ada hal menarik untuk saya perhatikan dari penghuninya..
Mereka tinggal beramai-ramai, sepertinya masih muda-muda.. paling tua samalah umurnya dengan saya..
Sebagaimana layaknya pekerja migran di negara kota ini, hidup mereka sangatlah bersahaja. Mengontrak rumah ramai-ramai, memasak bersama (wangi masakan mereka sering tercium kala saya sedang jalan dari halte ke rumah), bersenda gurau di beranda ataupun seringkali terlihat mereka sedang sholat bersama di ruang tengah yg tak seberapa luas.
Tadi malam bahkan saya dapati mereka sedang asyik menyimak salah seorang yg sepertinya sedang menyampaikan nasihat agama (rumah kontrakan di pojok jalan ini tidak punya gorden, jadi kegiatan di ruang tengah rumah terlihat dengan jelas), sungguh... tersentuh rasanya hati melihat kesahajaan mereka di negeri orang.
Terutama kalau mengingat betapa seringnya tatap sinis mereka terima; dari orang-orang yg berhutang jasa pada mereka; hanya karena kelamnya warna kulit yg dianugerahkan Tuhan pada bangsa mereka..
Beberapa malam lalu saya pulang agak larut, setelah menemani seorang teman yang sedang limbung akan kehidupan rumahtangganya. Dan seperti biasa seturun dari halte, saya melewati rumah di perempatan jalan itu. Kali ini penghuni-penghuninya sedang duduk berkumpul di beranda, berbincang2 santai sambil mengipas-ngipas. Wah, baru selesai sholat rupanya..
Tapi bukan itu yg menarik perhatian saya..
Seorang penghuni terlihat duduk di pojokan, menyendiri di atas tanggul pembatas saluran air. Matanya terlihat masygul dan ragu-ragu sambil melihat tangannya yang memain-mainkan selembar kartu telepon SLI.. Ketika ia mengangkat wajahnya saya bisa lihat tatap matanya.. Mata itu mata yang sedang merindu..
Ia mengangkat wajah menengadah ke langit sambil menghembus nafas panjang.. selembar kartu SLI itu masih dimain2kannya di tangan kanan, sementara tangan kiri menggenggam handphone yang seakan dipencet dengan ragu-ragu..
Saya tahu yang ada di benaknya... rindu dan kangen pada keluarga.. mungkin pada anak dan istrinya yang sedang menunggu nun jauh disana..
Rindu itu memang susah untuk tertahankan.. kadang hanya bisa terobati oleh suara orang tersayang di seberang sana. Tapi itupun suatu kemewahan bagi mereka...
Ya, suatu kemewahan.
Harga kartu telpon yang 'cuma' 10 dolar itu akan terasa mahal bagi mereka-mereka yang hidup bahkan hanya dengan 10 dolar seminggu... yang untuk berangkat harus berhutang, pergi jauh ke negeri orang terkadang tak paham bahasanya, untuk kemudian harus kerja super keras dan hidup super hemat demi bisa menabung mengirim uang bagi keluarganya di kampung dan melunasi uang ongkos pergi dahulu..
Teman saya ini menunduk lagi.. kali ini helaan nafasnya panjang... dihembuskan kuat-kuat... sepertinya ia terpaksa mengalah malam ini... rindu itu harus menunggu untuk ia obati nanti...
Ah, teman... apakah kau rasa rindu yang sama seperti yang sedang kurasa?
Rindu pada keluarga... Rindu pada anak dan istri nun jauh di sana....
Kudoakan teman.. semoga pengorbananmu ini tidak sia-sia.. semoga keluargamu baik-baik saja di sana... semoga kelak anak-anakmu tak harus alami kehidupan seperti Bapaknya...
Semoga teman... semoga... Amin..
Rose Lane 24, 11 Dec 06. 11.33 pm.
(Untuk teman-teman di rumah kontrakan perempatan TanjongKatong-Dunman Road. Semoga Allah ridha akan pengorbanan kalian semua. Amin.)

Thursday, November 16, 2006

Toleransi 2


Seringkali kita ributkan soal agama-nisasi yg dilakukan oleh pihak lain.
Wait! Tidakkah menyebarkan syiar Islam itu sendiri adalah bentuk agama-nisasi?

"Ya, tapi mereka kan pakai cara kasih indomie atau bagi2 duit atau bikin posyandu gratis biar orang2 yg kekurangan lantas tertarik... lantas menggadai akidahnya demi perut.."


Please.... Kalau memang mereka yg kekurangan itu adalah saudara2 kita.. sesama manusia seakidah; apa bukan KITA yg seharusnya membagikan indomie pada mereka?? mengeluarkan zakat mal kita untuk hidup mereka?? membuat posyandu demi kesehatan anak2 mereka??
Menarik Rasa Simpati.

Bukankah demikian seharusnya?

Zaman sudah berubah, Bung.

Orang-orang yg kita anggap 'target' agama-nisasi itu pun punya akal. Tentunya mereka bisa melihat jika ada "udang di balik batu".

Pun jikalau merasa mereka "seharusnya" tidak gampang tergoda untuk pindah keyakinan, tugas sesama muslimlah untuk menguatkan akidah mereka selalu. Pendidikan dan pemahaman.

Tapi mereka pun juga punya hati.. Ketika mereka lihat di saat mereka kesusahan justru orang lainlah yang datang menolong, sementara saudara2 mereka sibuk dalam urusannya sendiri, bergelimang kemewahan; apakah salah jika mereka lantas menemukan esensi ber-Tuhan yg mencinta sesama justru di tangan orang lain??

Coba pikirkan.. jikalau saudaralah yg sedang dirundung susah... pekerjaan susah didapat, anak putus sekolah, istri tak ada yg bisa dimasak... saudara meminta pada sesama muslim.. merekapun sedang susah...

saudara memohon atas nama Tuhan yg sama... dengan merendahkan harga diri saudara... tetap saja hanya tatap sinis yg diterima...

Lantas datang suatu kaum.. tanpa basa-basi membantu... mendirikan sekolah bagi anak saudara, mengajarkan etika pada mereka, membantu saudara berusaha, memunculkan kembali senyum di wajah istri saudara.. Apakah saudara tak kan tersentuh?

Sayang rasanya kalau sentuhan rasa simpati itu bukan datang dari sesama muslim.

Masih berhubungan dengan meletakkan diri kita di posisi orang lain, kenapa sih kita seringkali berdakwah dengan cara menjelekkan keyakinan yg berbeda?

Apa sih yg kita dapat selain hanya kepuasan semu diri sendiri?

Khotbah Jum'at contoh yg paling gampang.
Khotbah Jum'at itu setahu saya sejak jaman Nabi bersifat satu arah. Penyampaian pelajaran.
Seharusnya hanya hal-hal yg layak dipetik sebagai pelajaran sajalah yg boleh disampaikan.
Pun hanya orang yg memang pantas mengajar sajalah yg boleh menyampaikan.

Kalaupun memang mau melakukan perbandingan, paling tidak kuasailah dulu bahan yg akan dibandingkan. Bandingkan dengan fair. Kalau memang kelebihan VS kelebihan, kalau membandingkan kekurangan ya VS kekurangan juga. Fair. Adil.

Tidakkah kita merasa kesal jika kita sedang berada di Vatikan misalnya... di sebelah kantor kita ada tempat ibadah orang lain, sedang ada "khatib" yg ceramah disana.. isinya membanding-bandingkan dengan Islam.. menjelek-jelekkan... kesal kan rasanya??

Gondok kan rasanya karena bagi kita mereka itu tidak tahu apa yg diucapkan. Dan pasti pingiiiiiii..nn rasanya hati datang kesana turut menyanggah pendapat itu.

Sama. Letakkan diri kita di posisi orang lain.

Kalau kita berada di semua posisi diatas tadi banyak-banyak bersabar saja rasanya sambil menahan dongkol dan kesal. Pun muncul pula kesan buruk terhadap pihak yg menghina. Kadang pukul rata ke semua kaum tersebut.

Nah, kurang lebih begitu pulalah perasaan mereka-mereka kaum minoritas yang berbeda keyakinan di tengah2 kita ummat Islam ketika mendengar ceramah2 yg sifatnya membanding-bandingkan.
Ceramah-ceramah yang sayangnya seringkali tidak diikuti keluasan pengetahuan penceramahnya... seringkali menjurus ke arah menjelek-jelekkan..

Saya tak yakin praktek seperti ini ada contoh sunnahnya.. tapi saya berani bilang, kalau hal ini memang boleh dilakukan pasti sudah sejak dulu Nabi lakukan.

Tidakkah kita akan merasa bangga ketika orang-orang berbeda keyakinan merasa nyaman, aman dan tenteram hidup di tengah-tengah mayoritas ummat Islam?
Tidakkah justru hal ini juga bersifat dakwah yang jauh lebih efektif?

Seharusnyalah kalau memang kita merasa diri Ummat terbaik, kitalah yg lebih peka.
Seharusnyalah kalau memang kita Ummat yg patut dicontoh, kitalah yg lebih bijak.
Seharusnyalah kalau memang kita Rahmatan-Lil-Alamin, kitalah yg menumbuhkan rasa aman.

Dalam ajaran Hindu-Bali ada yang disebut dengan Tat wam Asi. Kamu adalah Aku.

Ajaran toleransi.

Ketika kamu menyakiti aku, maka sesungguhnya kamu sedang menyakiti dirimu sendiri. Karena hidup adalah roda dan setiap perbuatan baik akan kembali pada pelakunya, sebagaimana tiap perbuatan buruk akan berbalik pada diri pelakunya.

Mudah-mudahan kita bisa belajar untuk menghargai sesama manusia.. bukan saja sesama saudara seagama.

Temasek, 15 Nov 06.

ps: mungkin akan membantu jika ummat Islam banyak berbaur dengan mayoritas lain yang bukan penganut Islam, supaya berpengetahuan akan perbedaan, atau belajar dari rasa bingung harus bagaimana menyikapinya tanpa melanggar agama dan insya Allah akhirnya bisa membuka mata bahwa dunia tak hanya sebatas tempurung kelapa.

Wednesday, November 15, 2006

Seharusnyalah Kita Jauh Lebih Toleran

Berhembus lagi angin dari rumah membawa berita.. bahwasannya terulang kembali perusakan rumah-rumah suci... bahwasannya tak tenteram lagi hati bagi mereka yg berbeda religi..

Dalam hal toleransi ini.. terus terang sebagai muslim saya agak bingung..
Hemat saya, orang-orang Islam itu seharusnya jauh lebih toleran terhadap perbedaan.
Kenapa?

Pertama, karena kita harus sholat 5 waktu.
Suatu hal yg seringkali kita jalankan by taken for granted di negara kita--yang kebetulan banyak orang muslimnya.

Tapi coba bayangkan bagaimana rasanya sampeyan sedang di negeri orang tiap mau sholat kesulitan untuk mencari air guna bersuci, kesulitan mencari tempat yg bersih untuk membentang sajadah, atau bahkan kesulitan untuk minta diri dari kerumunan/meeting/kerja/dagang? susah kan..

Seringkali keadaan memaksa kita untuk meminta pengertian orang yang berbeda keyakinan supaya rehat sejenak demi menunaikan sholat (5 kali loh dalam sehari...!), atau minimal meminta pengertian dari pandangan mata ketika kita terpaksa sholat di pojokan tempat terbuka. Meminta pengertian.

Kemudian yg terbayang di benak... "Wah enaknya kalau ada mesjid disini."
Nah, kalau begitu kenapa kita justru melarang orang lain membangun tempat ibadahnya?
Bukankah mereka juga merasakan keinginan beribadah yang sama...
Memberi pengertian.

Kedua, kita juga diwajibkan untuk memakan makanan yg halal. Kebayang gak sih sampeyan jauh dari tanah air lantas kebingungan mencari tempat makan? ada juga tapi syubhat.. atau terpaksa ikut makan lantas baca Bismillah dan berserah diri pada Tuhan..

Seringkali kita terpaksa meminta rekan seperjalanan yang berbeda keyakinan untuk mengalah mencari tempat makan yg halal atau setidaknya 'netral'. Meminta mengalah.

Kembali terbayang di benak... "Wah enaknya kalau banyak komunitas muslim disini yg buka warung.."
Hmm, kalau begitu kenapa melarang orang lain membuka restoran yg sesuai selera mereka?
Bukankah mereka pun rindu memakan makanan mereka...
Belajar mengalah.

Ketiga, kita seringkali gampang marah dan tersinggung ketika diajak makan oleh orang lain yg berbeda agama dan ternyata terhidang daging babi misalnya.. Tuduhan yg terlontar biasanya bahwa hal itu disengaja... bahwa memang mau menjerumuskan... masa tidak tahu, sih.. Kita meminta empati.

Tapi kalau boleh saya bertanya...
Pernahkah saudara membawa seorang rekan yg beragama Buddha makan di rumah dan saudara hidangkan makanan daging? Seberapa tahukah anda soal agama orang lain?

Bahwasannya penganut Buddha adalah vegetarian? atau bahwa penganut Hindu berpantang makan sapi? Bahwasannya vegetarian sejati Buddha tidak makan sama sekali makanan mengandung bawang merah dan bawang putih?? (hayyo loo...)

Tidak tahu? Wajar. Karena itu bukan agama anda.

Nah, logika yg sama akan terpakai ketika anda yg ada di posisi mereka.
Adabnya memang Tuan Rumah/yang mengajak yang bertanya pada yg diajak apakah ada pantangan makan? Tetapi kalau sahabat kita lupa bertanya, dan terhidang sudah itu makanan apakah lantas kita harus marah dan menuduh macam2? Tidak.

("Lah? mosok lantas dimakan??")

Hehehe.. ya tidak. Dihindari. Caranya yg sopan. Dengan Empati.

Setelah sekian banyak "berhutang" kepada orang-orang lain dari keyakinan berbeda tidakkah sudah sepantasnya kita pun berbuat sama pada mereka ketika kita yang menjadi tuan rumah mayoritas?



----------------------------------

Tuesday, March 07, 2006

Kawin

Aku pengen kawin.
Lah? siapa yg ndak toh?

hehehe..

Mungkin memang demikian siklus yg dikehendaki Doi yah?
karena dengan kawin/nikah kita bisa belajar saling menghargai
(dengan pasangan)

karena dengan kawin/nikah kita bisa belajar dari anak2 kita
Saat kita mendidik anak2 kita, disitulah orangtua akan turut pula belajar
Belajar dari si anak soal hal-hal sederhana, belajar untuk tidak bohong saat kita menghendaki anak untuk tidak bohong, belajar untuk jadi orang baik saat kita menghendaki anak kelak mencontoh kita dengan berbuat baik,

Juga yg paling penting menurutku, saat kita berkeluarga dan punya anak
disitulah kita belajar betapa banyaknya dosa dan hutang kita pada orangtua..

Seolah2 setiap saat hati kita menahan kesal, setiap gemertak geraham kita menahan sabar, setiap malu yg timbul di hati saat anak kita menangis rewel di tengah2 perjalanan bis antar kota, setiap lelah dan kantuk pada mata ketika terbangun malam oleh anak kita itu adalah apa-apa yg dahulu kita berikan pada orangtua kita. Di kala kita kecil.

Betapa susahnya mereka akibat kita dahulu.. Betapa malu yg kita berikan pada mereka saat kita menangis keras-keras di tengah pasar sambil menunjuk2 mainan yg mungkin harganya bisa menghabiskan uang belanja hari itu..

Betapa malunya mereka ketika harus menghadap guru dan orangtua teman sekelas kita yg mungkin bengkak matanya patah tangannya gara-gara ulah kita sehari sebelumnya..

Tapi semua itu tak pernah berbalas selain dengan rasa sayang, dengan tangan yg tulus mendoakan, hati yg bangga penuh harap pada anaknya..


Tak sampai sedetik kemudian biasanya di benak kita terbeber terpampang semua kelakuan kita pada orangtua sebagai balasan semua kebaikannya itu...

Semua tatap mata benci saat keinginan kita dilarang, cibiran meremehkan saat orangtua menyarankan suatu hal yg bagi kita 'sudah ketinggalan jaman', perkataan penuh sombong menggurui saat orangtua mengemukakan pendapatnya soal jurusan kuliah atau pilihan pekerjaan untuk menjadi pegawai negeri misalnya, semua teriakan marah dan kesal ketika orangtua memilih melindungi kita dengan memaksakan cara yg kita tidak suka tapi di kemudian hari kita sadari kebenarannya..

Saat itu barulah diri buruk sadar betapa tak terbalasnya budi dan kasih orangtua pada kita.
Betapa banyak kita sakiti hati mereka. Betapa kurangajarnya diri buruk ini membalas budi..


Hmm... :(

Sudahkah anda menanyakan kabar orangtua anda hari ini?
Sudahkah anda meminta maaf kepada mereka hari ini?
Sudahkah anda tunjukkan rasa sayang anda pada mereka sebagaimana anda tunjukkan rasa sayang anda pada Istri dan anak2 anda?

Sudahkah anda penuhi janji untuk mengurus mereka ketika mereka tua nanti, sebagaimana mereka urusi anda ketika anda masih bayi..

Ya Allah, tolong bantu kami mengurus orang-orangtua kami di saat mereka renta
berilah kami keikhlasan melakukannya
berilah kami kesabaran menjalaninya
jauhkanlah sombong, dengki, dan kesal dari hati kami ini
karena kami tahu tanpa mereka kami bukanlah apa-apa,
tanpa mereka kami tidak akanlah menjadi siapa-siapa

Amin.


Anson House, 7th Fl
7 March 2006 - Kangen Emak dan Aki

"When you have a last word on a quarrel with your love ones, dont end it with bad words.
Because you'll never know when you will be able to talk with them again."

Tuesday, February 07, 2006

Kesal.

Sudah hampir sebulan kehebohan yang ditimbulkan sekumpulan karikatur yang melukiskan secara satir tentang Nabi Muhammad SAW melanda negara-negara dunia. Karikatur yang diterbitkan 30 September 2005 oleh Jyllend-Posten Denmark ini awalnya dimaksudkan untuk menyindir kekangan atas kebebasan berbicara karena syahdan mendengar dari seorang pengarang Denmark, Kare Bluitgen, bahwa ia tidak bisa menemukan seorangpun yang mau menggambar Nabi Muhammad untuk buku karangannya. Tidak ada yang mau menggambar karena takut akan reaksi dari kaum muslimin. (bahasa asli dari wikipedia: Mereka tidak berani menggambar Muhammad karena takut akan terancam oleh serangan dari ekstremis Muslim).

Menurut saya, seseorang tidak perlu jadi ekstrimis kalau sekedar untuk membela keyakinannya.

Atas alasan tersebutlah koran Denmark itu menerbitkan karikatur yang bukan hanya melukiskan tetapi juga memperolok Nabi Muhammad. "Untuk menunjukkan bahwa kebebasan berbicara berlaku bagi siapapun, Muslim maupun Non Muslim." Begitu katanya.

Kebebasan berbicara yang diusung oleh pers barat selama ini sungguh aneh rasanya. Mau menulis apa saja soal apa saja, Tuhan, gereja, Yesus, Muhammad, Islam, Kristen boleh. Asal tidak mempertanyakan soal dosa masa lalu Eropa, asal tidak mempertanyakan kenapa kebijakan Barat yang merugikan orang lain tidak disebut penjajahan hak.

Ketika presiden Iran mengungkapkan pendapatnya tentang holocaust, semua kutukan kecaman, ancaman, boikot bahkan ungkapan akan perlunya Iran "diduduki" muncul dari semua pihak (di barat). Seolah-olah haram untuk sekedar mempertanyakan tentang holocaust sekalipun.

Lah, sekarang kenapa penggunaan yang sama terhadap Muhammad sebuah figur yang jelas-jelas disucikan oleh umat Islam, jelas-jelas dinyatakan tidak untuk digambar apalagi diperolokkan; kemudian menuai reaksi yang sama (kecaman, boikot, ancaman dst) kenapa tidak boleh??
Kenapa umat yang mempertahankan kehormatannya malah dicap bodoh, kolot, ekstrimis, tradisional, tidak mengerti hak-hak kebebasan???

Saya jadi mikir.. apa iya yang namanya kebebasan itu berarti kita bisa memaksakan suatu yang kita yakini sehingga menyinggung keyakinan orang lain?

Bebas-bebas saja menghina meludahi tulisan nama/foto ibu seseorang di depan yang bersangkutan, misalnya. (Wong yang namanya nama itu universal kok, wong foto itu diambil pake kamera si penghina kok. Kebetulan aja sama persis sama nama dan muka ibu kamu.)

Apa iya seperti itu?

Bahwasannya minoritas atau mayoritas semua gak boleh marah/tersinggung/kecewa kalo ada pihak yang melecehkan keyakinannya. Wong hak berpendapat kok. Bebas aja.

Apa emang gitu ya?

Trus kemana yang namanya pikiran untuk berempati, kemana yang namanya menghargai hak orang lain untuk tidak diusik atau dihina??

Kalau mau adil, pertanyaan ini layak pula direnungkan di komunitas dimana umat islam mayoritas.

Terusterang ada hal yang bikin saya lebih kecewa lagi, sebagian rekan yang selama ini saya kagumi pendapat-pendapatnya; yang seringkali mengkritisi sebagian umat Islam yang memang terkadang lebih memakai bahasa kekerasan, rekan-rekan yang selama ini menyatakan mendukung hak-hak minoritas yang begitu cepatnya menulis di blog mereka seketika ada seujung kuku peristiwa sekalipun, kini diam. DIAM bungkam seribu bahasa.

Mungkin lupa, minoritaslah yang menjadi korban di Denmark, Norwegia, Prancis, Spanyol ini. Minoritaslah yang sekarang sedang dirampas haknya untuk mempertahankan keyakinan. Minoritaslah yang kini sedang dihina dan diperolokkan.

Kemana ya rekan-rekan saya itu? kok tumben tidak ada tulisan apa-apa..

Mungkin sedang berpikir menyiapkan tulisannya kali yah. Supaya imbang dan tidak berat sebelah. Mudah-mudahan lah..

Sungguh susah rasanya sekedar hidup menjadi seorang Muslim sekarang ini.


"Karena kami melakukannya dengan perahu-perahu kecil, sedang kalian dengan kapal-kapal besar; maka kamilah bajak laut dan kalianlah penguasa?"
-seorang kepala suku Galia pada Julius Caesar

-----------------------------------------------------------

Mohon maaf kiranya kalau tulisan ini tidak membawa faedah apa-apa. Hanya seorang awam mencoba mengungkapkan pendapatnya.

Thursday, January 12, 2006

Undo

When shits happened..
Sometimes you wish that life has an Undo button.

The greatest human invention that even god forgets*..


(09 Jan 06, 1:13 am)

*Bung Ari punye kate..

Thursday, November 24, 2005

A Nation of Koolie and Koolie among Nations

Sebuah bangsa
Dimana pemimpin-pemimpinnya tuli
Orang-orang kayanya rakus
Orang-orang miskinnya menjual diri
Kaum agamanya munafik

Sebuah bangsa
Dimana orang-orang tuanya bicara tak lagi dengan teladan
Orang-orang mudanya tak peduli masa depan
pintar-cerdas-bebas tanpa aturan

Sebuah bangsa yang berhutang hanya untuk dibelanjakan
oleh orang-orang kayanya, dicuri oleh pemimpin-pemimpinnya
untuk kemudian orang-orang miskinnya dijual tenaga dan harga
dirinya pada bangsa lain

Anehnya mereka semua bangga dengan hal ini
Kasihan sungguh kasihan...


Menyerap suasana sekitar di tengah2 tenaga kerja bangsaku di
Es Teler 77 - City Plaza Minggu sore
(20 November 2005, 16:46)

Friday, August 12, 2005

Bikin SIM

Seumur hidup baru dua kali saya mengurus surat ijin mengemudi (SIM).
Sekali tahun 1995 waktu baru lulus SMA, yang kedua kali 2005 kemarin setelah saya kerja.

1995 - baru lulus SMA

Penuh semangat idealisme yg tinggi khas mahasiswa baru, saya memutuskan untuk meluangkan satu hari penuh untuk bikin SIM. Pagi2 jam 7.30 saya sudah nongkrong di depan loket formulir SIM (belum ada orang). Okelah.. tak tinggal nyari sarapan dulu.

Balik-balik jam 8.30 lewat dikit loket sudah dibuka, baru ada beberapa orang yg ambil formulir. Saya ikutan. Isi formulir-motokopi ktp-bla..bla..bla..selesai. kembalikan formulir dan tunggu dipanggil untuk tes.

Lagi asik2 nunggu, seorang polisi berwajah ramah menawarkan "jasa".
Sempat mengiyakan tapi gak sampai lima menit saya batalkan ke polisi itu.
Agak2 berwajah murung, dia masuk ke petugas bagian formulir membisikkan sesuatu.

Dipanggil tes tulis.
Soalnya sedikit dan gampang sekali. Wong semalem sudah ngapalin buku rambu2 dan peraturan kok. Tapi tau gak? dari 20 soal saya cuma benar TIGA!!!!
Whatta f**k?

ngotot2 saya minta diliatin lembar jawaban saya berikut kunci jawaban, itu polisi berkumis tebal melotot. "Kamu gak percaya saya!?!"
weish jancuk. ini bukan masalah percaya gak percaya, Pak.. (dlm hati)
"Udah kalau mau lulus bayar sinih 10ribu"
(wanjrit. duit segitu jaman 1995 masih besar nilainya.)

Pasrah.. saya (tak) relakan duit ceban melayang.

ok trus selanjutnya tes kesehatan. Dan saudara2.. saya dinyatakan SEHAT.
Tapi tetep bayar sepuluh ribu.. "nebus surat keterangannya", gitu kata si petugas.
:D edhian..

Selanjutnya nunggu dipanggil...
.............. 11.00 WIB
.............. 12.00 WIB
.............. 14.00 WIB
.............. saya mulai gelisah.. mosok antri dari pagi tapi gak dipanggil2 sementara ada congor2 baru yg dateng siangan sambil dianter polisi2 berseragam mendadak masuk, dipoto, trus keluar dengan berseri2.

.............. 16.50 WIB "Eky Kurniawan!"

(yang ada di seantero kantor itu tinggal saya dan seorang polisi bagian pemotretan bernama Made something.)
17.00 WIB selesai sudah semua.
Bayangkan saya orang ketiga yang datang dan ambil formulir, tetapi menjadi orang TERAKHIR yang selesai.

Diaaaaaaaaanccuuuuuukkkkkk!!!

penuh kekesalan satu2nya motor polisi yg diparkir di halaman belakang Polres Cirebon saya kempeskan dan buang spuyer karburatornya.

(mohon maaf. memang anarkis, tapi apa polisi aja yg boleh anarkis?)


2005 - Bikin SIM 2 sesudah kerja

Poltabes Lampung. Mengingat pengalaman buruk yg dulu saat bikin SIM pertama (agak2 trauma sehingga saya tidak pernah lagi bikin SIM dan memutuskan untuk kucing2an/akal2an setiap ada operasi) , saya pasrah aja wkt ditawari seorang calo-polisi untuk "dibantu".

Ternyata sama saja. Saat menunggu giliran foto yg terjadi adalah kuat2an Calo. Siapa yg calonya perwira akan dipanggil lebih dulu. wasoe.. calo gue kl gak salah cuma tamtama... :(

Semua orang jadi calo, petugas jaga di pos depan "melindungi-melayani" itu, petugas pemeriksa kesehatan, polwan bagian sim, petugas formul sim, polisi bagian pemotretan sim, kanitlantasnya -- namanya mirip The King of Rock and Roll, polisi sabhara yg baru lulus pendidikan masih culun2, dan bahkan tukang potokopi!

Semua dengan tanpa malu2 mondar-mandir sambil mengawal orang yg dicaloinya melewati antrian orang banyak yg sudah menunggu dari pagi. Si orang yg dicaloi ini lantas didudukkan di barisan paling depan antrian untuk kemudian tanpa malu2 si petugas berkata lantang,
"Yang namanya saya panggil silakan maju untuk difoto. Panggilan sesuai urutan antrian!"

"XYZ..!!" (orang yg tadi didudukkan paling depan maju.)

Asoe. Urutan antrian my ass.... gue udah gk kenal lagi tampang orang2 yg ada. semua wajah baru. udah beda sama orang2 yg bareng2 gua dari pagi2 jam 10 tadi.

Seorang gadis -mahasiswi sepertinya-- yang saya perhatikan mengurus sendiri semuanya tanpa calo dan satu2nya wajah familiar yg bareng2 saya dari pagi akhirnya tak tahan lagi. Dia nanya ke petugas administrasi yg duduk di depan. Kenapa kok gk dipanggil2 dari pagi?
"Ya memang lama.. kan semua ada prosedurnya. antri" bla..bla..bla..

ANTRI??!! teriak si gadis tak tahan lagi. "saya sudah duduk disini dari pagi, mas! ini orang semua datang2 langsung masuk foto itu gimana??!! saya harus antri gimana lagi??!!!"

Kesal. si gadis pergi sambil menahan geram. Si petugas cuma senyam-senyum sambil noleh ke antrian, "Biasa.. perempuan.." (WHATTA FUCK!! isnt your mother also a woman????!!)

Akhirnya setelah lama menunggu, sukses2 saya dipanggil jam 3 sore!!!!!
itupun setelah saya marah2 di depan semua orang yg antri en polwan penjaga yg awalnya sok wibawa akhirnya memutuskan untuk "mencari" berkas saya di tumpukan paling bawah!

Diangkrik. SIM baru bisa diambil setelah satu bulan karena ketiadaan material pembuatan.
Loh??? tau gini kan mending gua urus sendiri dari tadi.... :((


-----------

Kesimpulan:
1. Buatlah SIM melalui calo. Kecuali anda siap mental, waktu, fisik dan materi untuk membikin sendiri.
2. Ketika memilih calo, lihat-lihat dulu pangkatnya dan jabatannya. Akan lebih cepat bila calo anda seorang perwira dan sukur2 perwira bagian SIM.
3. Pakailah pakaian yg jelek, pinjam HP teman/sodara yg butut, dan simpan uang pas (sesuai "jasa" calo) di dompet. Insya Allah anda akan selamat dari pemerasan babak lanjut.
4. Siapkan uang sepuluh ribuan, limaribuan dan duapuluh ribuan yg banyak buat "salam tempel".
5. Banyak2 berdoa pada Tuhan.

Oh ya.. Jangan percaya pada tulisan gede2 di tiap kantor polisi "JANGAN MENGURUS SIM MELALUI CALO". Tulisan itu bohong.

Percayalah, polisi kita sangat ringan tangan dan baik hati membantu. Selama kita juga "ringan tangan" dan "baik hati" membantu mereka.

Melindungi dan Melayani (Dompet sendiri)

Ada yang aneh dengan sistem pelayanan hukum di negara kita.
Orang kehilangan barang-- katakanlah, dompet-- trus melapor ke polisi; berharap sukur2 bisa ditemukan.

Tapi sampai di kantor polisi, setelah dicatat dan dapat surat keterangan kehilangan.
Kita disuruh.... bayar. :D nah loh!
Kebayang gak sih kalo ini orang bener2 kehilangan duit tinggal pakaian lekat di badan, trus bingung gimana mau pulang. Berharap ada titik terang dengan melapor ke polisi, dan malah ketiban sial disuruh... b.a.y.a.r....!

Aneh..

Si polisi tanpa ekspresi apa2... gak ada turut simpati, ngerasa malu (karena gak bisa numbuhin rasa aman bagi si korban), atau apa kek gitu yg humanis. eh malah dengan wajah dingin, tanpa senyum bilang, "Bayar sepuluh ribu untuk suratnya".

Sepuluh ribu kalo orang bener2 kecopetan gak punya duit trus bakal dateng darimana?
turun dari langit?????

Aneh..

Bingung gue... itu polisi2 apa gak ada otaknya atau gimana yah? kok mereka gak kepikiran sih untuk empati?

(kalo ada pembaca yg polisi membaca tulisan ini pasti bilang "ah itu kan cuma oknum... ah, saya belum dapat laporan tuh. dimana itu kejadiannya coba sebutkan nama beserta pangkat supaya saya tindak... bla...bla...bla...." bener2 nunjukin kosongnya isi kepala. huh.)