generated by sloganizer.net

Sunday, February 03, 2008

Jujur tapi sakit atau Manis tapi bohong?

Menurut sampeyan mana yg lebih mending?

- Anak yang baik adalah anak yg tidak pernah berbohong pada orangtuanya, walaupun sejelek apa kelakuan dia di luar rumah. Anak tipe ini tahu apa yg dia lakukan akan menyakiti hati orang tuanya, tapi ia memilih untuk tetap jujur pada ayah/ibu walaupun itu berarti menyakiti hati mereka.

Ia memilih untuk tidak memakai topeng dengan resiko ortunya yg 'makan ati' karena kelakuan dia. They deserve the truth how bitter it is.

ATAU

- Anak yg baik adalah anak yg memilih untuk berbohong pada orangtuanya. Ia tahu kelakuannya di luar rumah adalah salah dan pasti akan menyakiti hati ayah/ibunya bila mereka tahu.

Ia memilih untuk memakai topeng dengan niatan tidak ingin menyakiti perasaan ayah/ibunya. It's his own life and responsibility anyway.


Terus terang saya masih bingung. Dalam mendidik anak saya nanti arah mana yg harus saya tanamkan.

Tentu saja ada pilihan ketiga, yaitu si anak selalu jujur dan tidak pernah melakukan hal2 yg bikin ayah/ibunya tersakiti perasaannya. But hey this is real world, there's no such thing in the real world.

So leave your moral and ideal answers behind and come up to me with practical solutions, will ya!

Thanks before hands.


Selamat Jalan, Jenderal Besar.. Selamat Menghadap Tuhan.

Bayangkan anda diangkat jadi seorang pemimpin perusahaan, kas perusahaan kosong dan minus, karyawan terpecah belah, banyak kubu senior manajemen yg saling berseteru, share holders berteriak2 pada saudara menuntut hak mereka. Ditambah lagi bayang2 sang CEO lama yg masih sangat berpengaruh.


Apa yg bakal anda lakukan?

Sekarang ganti posisi itu dengan presiden RI di tahun 1966.
Kurang lebih itulah yg dihadapi pak Harto. Puyeng? pasti.

Tahun 1980-an masa keemasan RI, ekonomi tumbuh dengan laju yg fantantis serupa dengan yg sekarang dinikmati cina. Harga stabil, laju inflasi terkendali, kebutuhan dasar terpenuhi, pendidikan masih terjangkau, kesehatan relatif merata, pertumbuhan infrastruktur terus meningkat.

Pendeknya Indonesia telah menjelma menjadi macan Asia dengan prospek yg sangat cerah di masa depan.

Kurang lebih begitulah pendapat rekan2 di kantor di negara-pulau ini. Bagi mereka apa yg Pak Harto lakukan untuk Indonesia begitu fantastis serupa dengan apa yg LKY telah lakukan bagi singapura hingga seperti sekarang.

Rekan2 ini tak habis pikir kenapa di saat2 terakhirnya Pak Harto tidak mendapat perlakuan yg selayaknya. Malah dikejar2 bak seorang kriminal.

Kami2 para TKI hanya bisa tersenyum saja mendengar tuduhan 'tidak tahu terimakasih' dari mereka.

Mungkin memang wajar kalau mereka tidak perlu hirau untuk mencari tahu bagaimana bedanya bumi dengan langit perlakuan terhadap Pak Harto dan perlakuan terhadap Bung Karno di saat2 terakhirnya.

Tapi yg bikin tergelitik adalah banyak orang Indonesia sendiri yg seakan menyayangkan bergantinya pemerintah dan menyalahkan semua keterpurukan Indonesia saat ini sebagai akibat dari digantinya Pak Harto.

Wah..wah.. Pak Harto memang berhasil membuat kita berswasembada pangan, tapi beliau juga menyebabkan ribuan petani cengkeh mati merana. Pak Harto berhasil menekan harga kebutuhan pokok, tapi beliau juga menyebabkan setiap anak bayi yg terlahir dari bumi Indonesia ini menanggung beban hutang luar negeri.

Lantas apa hebatnya? LKY meniru gaya yg sama dalam membangun singapura, tapi beliau tidak meninggalkan beban hutang! Mahattir juga berproyek untuk kebanggaan malaysia dengan petronas dan proton-nya, tapi ia tidak membuat perusahaan2 yg jago kandang dan korup!

Kesalahan terbesar Pak Harto bagi bangsa Indonesia menurut saya adalah dengan mengadopsi budaya feodalisme ke dalam pemerintahan dan menyuntikkannya ke nadi bangsa.

Rakyat bangsa ini jadi penakut untuk bicara, jadi terbiasa menunduk menyembah2 atasannya walaupun salah, rakyat bangsa ini jadi orang yg kerdil ketika berhadapan dengan orang asing. Budaya feodalisme ala Raja Jawa inilah yg menarik Indonesia mundur sekian puluh tahun ke belakang walaupun bangunan fisiknya maju menjulang.

Tak kurang Prof Selo Soemardjan dan Bapak Soedarpo Sastrosatomo pun menyatakan hal yg sama. Bahwa dosa terbesar Suharto bagi bangsa ini adalah mengadopsi budaya feodalisme Jawa ke dalam pemerintahan.

Menumpulkan pemikiran kritis dan berbeda pendapat (yang sudah ada sejak jaman Bung Karno-Hatta) dan melahirkan pribadi2 penurut yg tidak punya daya saing selain menunggu apa mau atasan.

Penyakit warisan ini yg bikin bangsa ini tak lepas2 dari krisis hingga sekarang.

Kalau sudah begini apa perlu bagi kita untuk 'tau berterimakasih' pada pemimpin yang menyebabkan ini semua?


Mohon maaf, masa2 Orde Baru adalah masa yg indah. Pendidikan terjangkau. Harga stabil. Tapi apalah artinya kalau itu semua semu?
Semuanya dibangun dari hutang. Hutang yg tak dipersiapkan untuk dibayar dengan baik.
Hutang yg sebagian besarnya mengalir ke kantong para pemimpin rakyat.

Sementara rakyatnya dibuai dengan pendidikan terjangkau, laju ekonomi yg tinggi, harga yg stabil, pekerjaan melimpah.

Ibarat orang yg berkaca dan melihat dirinya berwajah mulus ditata salon, berpakaian mewah dan enak dilihat, wangi lagi harum.. tapi semuanya itu dibeli dengan kartu kredit.

Seorang necis, rapi, tampan gagah tapi penuh hutang.

Apalah artinya?

Thursday, December 20, 2007

If I wasnt Muslim

by DAMIR NIKSIC



If I wasnt Muslim

Added: July 28, 2007

If I wasnt Muslim
Ya ba dibi dibi dibi dibi dibi dum.
If I wasnt born Mohammedan
Life for me would have been fun.

I could live and prosper
On my land and I could even build a bigger house.
I wouldnt have to, every now and then,
Run and hide like a mouse.

If I wasn't Muslim
Ya ... dum.
My neighbours wouldnt set my home on fire
And surround me with barbed wire.

I wouldnt live in terror
Ya .... dum.
Books wouldnt teach you that I was an error
In European history.

I would not have to prove that I am not stupid
A backward and primitive villain,
An alien threat to your way of life
to be hunted down.

I wouldnt be so ashamed of
The names of my relatives and mine
Of the Semitic language I speak to my God
That no one here understands.

My tradition wouldnt insult
My Christian neighbours and friends
My diet, my cap, the Ramadan fast
The crescent and the star.

Bayram, I know, will never be famous
like Christmas or Easter Sunday..
So modern and cool, so western,
And- oh so "secular".

If I wasnt Muslim
If I had an ordinary Slavic Christian name
If I wasnt circumcised
If I could eat my eggs with ham

I would be accepted
Ya .... dum.
Id blend in to Europe and enjoy
I wouldnt be its whipping boy.

Oh boy..
If I were a Christian
I wouldnt have to prove that I am human too.
Cos when youre Christian youre always civilized,
No matter what you wear or do.

But when you are a Muslim
It is really hard to find some sympathy for you.
No one really likes you, no one really cares
No one wants to know your point of view.

If I wasnt Muslim
Ya .... dum.
If I was a part of Christendom
Europe would be my sweet home.

I wouldnt have to worry
Ya .... dum.
What will happen in a year or two?
Will I have to leave or stay and die?
Drop my pants to be identified and put aside
Just cos Im a Musulman?!


Ied Mubarak to all my muslim friends.

Sunday, November 18, 2007

Legenda Musik Dunia - Indo Rock


The T-4

Tielman Brothers
, beken dengan musiknya yg disebut sebagai 'Indo-Rock' di seantero Eropa pada masa 40-an hingga akhir 80an.

Musiknya sendiri sangatlah Rock n Roll jauh sebelum Beatles, sementara Andy Tielman sang lead vocal sendiri memainkan gitarnya bak Jimi Hendrix jauh sebelum Jimi sendiri beken.

Sayang, seperti hasil2 budaya anak negeri lainnya tak satupun berita soal ini dipromosikan oleh Indonesia.

Mungkin nanti, tunggu tetangge ngakuin kalo Indo-Rock itu musik mereka barulah kita mau ngakuin dan kebakaran jenggot.

Berikut saya cantumkan artikel tentang IndoRock yg juga bisa dibaca disini, sini maupun sini.

----- The Tielman Brothers: The Beatles pun Nonton Band Rock Indonesia -----

Siapa bilang musisi indonesia tak bisa menjadi pelopor dalam dunia musik tingkat internasional? The Tielman Brothers adalah jawabannya. band rock lawas asal Maluku yang kini mulai terlupakan itu, ternyata mempunyai segudang prestasi dan berpengaruh pada kehidupan musik di Eropa terutama di Belanda. siapa bakal menjadi The Tielman Brothers berikutnya?

Para rockmania Indonesia saat ini tentunya sedang membicarakan tentang kesuksesan band luar negeri dan terpesona olehnya. Sebut saja Metallica, Slipknot, Dragon Force, Korn dan lain sebagainya. Siapa yang tak kenal mereka akan dianggap kurang mengerti atau kurang gaul dalam informasi musik saat ini. Dan kalau berbicara tentang siapa bintang dan band rock tertua di dunia, dalam benak kita pasti membayangkan The Beatles, The Rolling Stones atau Elvis, Fats Domino, Bill Haley, dan lain-lain.

Namun, sebenarnya ada satu band rock lawas yang terlewatkan. The Tielman Brothers namanya. Sebuah band rock yang terdiri dari 4 anak muda asal Maluku. Band yang semula bernama TheTimor Rhytm Brothers lalu berubah menjadi The Four Tielman Brothers, dengan personil empat bersaudara Tielman: Andy(lead guitar, vocal), Reggie (rhytm guitar, vocal), Phonton (double bass, vocal), dan Loulou (drums, vocal). Mereka memulai kariernya di Surabaya sejak 1945.

Beruntung perjalanan karier keempat anak muda ini terbilang mulus sebab kedua orangtuanya, Herman Tielman dan Flora Lorine Hess tak cuma mendukung, tapi ikut bermain dan menjadi manager.

Ditonton The Beatles

Di tahun 1956 TheTielman Brothers hijrah ke Breda, Belanda dan memulai karier rekaman di negeri kincir angin itu. Dari sanalah pada akhirnya The Tielman Brothers mulai menjajah musik rock di luar negeri dan memberikan pengaruh yang cukup dasyat di blantika musik rock pada saat itu. Penampilan mereka juga cukup memukau publik di Belanda khususnya dan Eropa pada umumnya. Bisa dibilang mereka lah yang pertama kali memulai atraksi panggung yang liar dan atraktif, seperti bermain gitar dan juga double bass sambil melompat atau berguling-gulingan, serta tentunya demo drums.

Kepindahan mereka ke negeri Belanda dengan membawa budaya tropis dan kecintaan kepada gitar ini ternyata melahirkan "Indo-Rock" yang terkenal itu. Ciri kuat Indo-Rock adalah dominasi gitar, instrumen yang dikenalkan orang-orang Portugis saat datang ke Hindia-Belanda sekitar abad ke-14. Permainan gitar ala Portugis yang akhirnya dikenal sebagai musik keroncong ini dipadukan oleh anak-anak Maluku itu dengan musik Hawaii, country, dan rock'n'roll yang mereka dengar dari radio-radio Amerika Serikat yang dipancarluaskan dari Filipina atau Australia.

Ada beberapa fakta yang sangat mengejutkan dari band ini. Jauh sebelum publik rock terpesona dan berdecak kagum dengan permainan gila gitaris Jimi Hendrix pada tahun 1967, salah satu personil TheTielman Brothers, Andy Tielman, sang frontman telah memulai teknik tersebut pada tahun 1956 atau 11 tahun sebelum Jimi Hendrix bereksperimen dengan gitarnya. Gaya Andy dan teknik gitarnya sangat memukau. Gitar yang dipetik menggunakan gigi, kaki, jauh mendahului Jimi Hendrix.

Konon, Paul McCartney ternyata mengagumi band ini dan terinspirasi The Tielman Brothers sebelum The Beatles terkenal pada awal 1960-an. Maklumlah, The Tielman Brothers telah membawakan lagu-lagu rock n roll jauh sebelum The Beatles muncul. Saat The Beatles manggung pertama kali di Jerman, grup band asal Inggris ini sempat melihat penampilan The Tielmans Brothers yang manggung menggunakan Hofner Violin bass. Dan saat itulah untuk yang pertamakalinya Paul melihat Bass Violin Hofner. Andy Tielmans sang gitaris memakai Fender Jazz Master khusus 10 strings. Fender sengaja mengirim representative-nya ke Jerman saat itu untuk merancang gitar buat Andy Tielmans.

Di tahun 1958 TheTielmans Brothers punya 3 album yang jadi hits di seluruh dunia dan memiliki banyak Gibson Les Paul keluaran pertama yang baru di impor ke Belanda saat itu.

Dalam perjalanan sebuah band, tentunya ada kisah yang tidak menyenangkan pula, seperti halnya pergantian dan keluar masuknya personil band. Bagi The Tielman Brothers, hal itu bukanlah masalah sehingga bisa membuat band ini harus berhenti di tengah jalan. Yang ada malah prestasi yang luar biasa, dimana mereka bisa tetap eksis dan tampil di beberapa Negara di Eropa selain Belanda seperti Belgia dan Jerman.

Sayangnya, di tahun 1976 band ini dikabarkan bubar karena boleh dikatakan permainan musik mereka terkesan mandek dan tidak ada perkembangan alias kurang eksploratif. Mereka bermain musik di tataran yang itu-itu saja, dan itulah yang akhirnya membuat publik menjadi bosan. Begitupun, karya mereka sampai sekarang masih sangat digemari di luar negeri, terutama di Belanda.

Kini tinggal Andy Tielman saja yang masih eksis bermain musik dan tinggal di Belanda. Di usianya yang sudah semakin senja, Andy Tielman kini lebih banyak rekaman untuk lagu-lagu rohani dan sesekali tampil di publik Belanda dengan gitarnya. Tentu penampilannya tak bisa seliar dulu lagi. Namun pengaruh Indo-Rock dan histeria "Beatlemania" tak urung meletuskan pula revolusi musik rock Belanda pada tahun 1960-an, yang ditandai dengan kelahiran band-band Belanda yang bernyanyi dengan bahasa Inggris. Band-band yang ngetop yang ikut meramaikan persaingan di Eropa maupun dunia antara lain Golden Earring, Shocking Blue, The Outsiders, Cuby+ Blizzards, atau Focus.

Selebihnya di link aslinya yah..



The Tielmans - Rolling Rock






The Tielmans - Black Eyes (Panon Hideung?)







The Tielmans - Rock It Up!





The Tielmans - Whole lotsa Shakin'






Andy Tielman - Rayuan Pulau Kelapa





touchy...

Mudah2an posting ini bisa bikin bangsa kita bangkit percaya dirinya, dan mudah2an juga dibaca oleh Tetangga supaya bisa kreatif dan gak maling mulu.. nyadar dong.. tuh disitu ada Rasa Sayange tuh... :D


Maling di Singapura

HP-ku dicolong orang..
Ya. Dicolong orang di stasiun MRT. Di Singapura.

Kejadiannya cepat sekali, dengan modus yg sama persis dengan di tempat lain di dunia ini.
Modus tertua. Distraction alias Pengalihan perhatian.

Ceritanya sore itu istriku telpon, minta tolong belikan dot buat botol susu bayi di Bugis. Kebetulan tak lama sekitar pukul 8 malam juga kakak dan ibu akan datang menengok kami. So, aku harus jemput mereka di pelabuhan Ferry Harbourfront.

OK lah.. kupikir. Beli dot dulu lalu kembali ke kantor selesaikan kerjaan sampai tiba waktunya ke pelabuhan.

Dengan riang gembira aku beli dot, lantas langsung menuju ke stasiun MRT buat kembali.
Kereta tiba.

Suasana agak ramai memang, hpku seperti biasa ada di kantong kulitnya di sisi kiri pinggang terlindung oleh tangan kiriku.

Waktu masuk ke kereta terasa dorongan keras sekali dari belakang, mendorong tidak bersahabat yg biasa dilakukan orang2 Singapur sini kalau mau masuk lift atau kereta. Tapi ini sedikit beda, dorongannya sangat keras seperti mau ngajak ribut saja.

Kesal. Aku lawan dorongan ini. Dorongan makin keras sampai badanku doyong ke depan, aku berbalik badan. Di sebelah kanan belakangku seorang bule gemuk sedang berjuang dengan tas kulitnya yg tak kalah besar. Tas disandang ke samping kiri. Sebelah kiriku seorang anak muda Cina jangkung berdiri. Hmm... aneh.

Eits nanti dulu! Seorang laki2 dari etnis Cina bertubuh gemuk, potongan rambut pendek2 paku dan baju kaos polo putih tiba2 menarik diri keluar dari kereta, posisi tangan kanannya setengah tertinggal di dalam saat dia menarik diri.

Ini nih kayaknya kampret yg dorong gua tadi.. (karena si Bule dan si Jangkung ini jg memandang penuh kesal ke arah dia).

Gua cuma bisa nyumpah2 liat tuh orang keluar dan berjalan ke arah kanan.
Tapi feeling bilang ada yg gak beres. Benar aja.. pas kuraba kantong kulit tempat HP, kosong!

F*CK!! kumaki keras sambil menghambur keluar kereta, kejar!!
tepat saat itu juga pintu kereta menutup di belakangku.
Toleh kanan-kiri sudah tak ada mahluk gemuk satu itu.. Kereta jalan... Masih sempat kulirik sekilas gerbong di pintu sebelah, brengsek!! Pasti si kampret itu kabur dengan masuk lagi ke dalam kereta lewat pintu lain.

Shit!!
Kalut, kesal, marah dan panik (karena satu2nya cara untuk menghubungi hp kakak adalah lewat hpku. Istriku gak punya nomernya) aku lari ke atas, cari sekuriti.

Ah itu dia! Dua sekuriti, seorang lelaki Cina tua dan seorang perempuan India muda sedang ngobrol seru.

Excuse me. Could you help? I've just lost my mobile phone. Someone stole it just now.

a moment of silence. until.... "So?"

What?! "So?"?????

What do you mean with "So?"??
Am I not supposed to report to you or something??

"No. Go there to MRT staff. May be he can help you."

WTF... #$%%#H@!!!

MRT Staff (berpakaian merah muda), seorang lelaki India muda.
ramah dan penuh empati. Dia menolong menelponi hpku yg memang masih diangkat walaupun tak dijawab. background suara terdengar seperti sama dengan di stasiun ini.

Beberapa kali, akhirnya kami putuskan untuk mencoba mencari ke bawah. Siapa tahu orang itu masih disini.

Sembari menunggu staff ini bersiap2, kulayangkan pandangan ke sekeliling. Asli sorot mata dan suasana hati saat itu persis kalau kita lagi siap2 mau tawuran. Adrenalin diproduksi dan dipompakan ke seluruh tubuh. Semua indera siaga.

Seorang lelaki Cina gemuk, berkaus polo putih membawa tas pinggang yg diselempangkan di samping terlihat mengamati dari jauh.

Kesal. tatap mata kubalas mata. Dia masih melihat. Seulas senyum tersungging. Kok seperti senyum meremehkan nih..

Kampret. Gua samperin nih orang!
10 langkah lagi, dia buang muka. gak lagi ngeladenin tatapan gua.

5 langkah. akal sehat gua mulai jalan.
Mahluk satu ini datang dari arah luar stasiun tadi. Dia mulai ngeliatin gara2 gua pelototin tiap orang yg keluar masuk dari gerbang tiket.
Hmm.. kecil kemungkinan mahluk satu ini yg nyopet.

3 langkah. Mas2 Staf MRT itu manggil. 'wait for me.'
Rupanya dia manggil si Sekuriti ngepret itu tadi buat ikutan turun ke bawah.
huh.. sekuriti model gini mah.. ada maling jg paling cuman pura2 ga tau doangan..

Lelaki gemuk itu sudah jauh. sebuah kereta mendekat dan dia masuk ke dalam.

Di bawah, setelah diubek2 sekitar 15 menitan.. nyata sudah gak ada orang seperti ciri maling tadi. hp ku jg sudah dimatikan rupanya oleh si maling.

Brengsek benar2 sial. Gimanalah cara gua ngontak kakak dan emak yg baru pertama kali datang ke Singapur dengan feri nanti?
Belum lagi catatan2 penting dalam hp, puisi2ku, tulisan2ku, foto2 Keiya dan Mufasa saat lahir kemarin.. shit..

Belum lagi hilang kesalku, pas tiba di kantor... Beberapa teman Singaporean yg kebetulan masih ada dan lihat wajahku menghitam bertanya ada apa.

Tau aku kecopetan, komentar pertama mereka..
"Sure or not.. This is Singapore, you know.. This is not Jakarta."
"We dont have such thing happened here."

NENEK LO!!
lu kata gua ngibul apa???

Yes, this is singapore and yes that happened in Singapore's MRT station.

"Aaa... must be foreigner that one! you must be careful with those foreign worker, you know."

Ngepet. Another typical Singaporean's stereotype -- blame it to those foreign worker. They look rouge with blackened skin for working under the sun.

Nope. Dont think he's a foreigner. (foreigner yg mereka maksud disini tuh orang Tamil, India, Melayu, Indo yang dateng sini buat kerja2 kasar).

That was a chinese guy. I dont know if what you mean as foreigner is Mainland Chinese then you maybe right. He's a foreigner then..

Waahh.. can not be lah..
You must have shown off your belongings, some more (=moreover; in standard english) your face look like rich people like that.. That's why you kena pickpocket!

Another typical Singaporean's stereotype.. blaming the victim.

Capee deh gua... males ngeladeninnya gua tinggalin aja buat nelpon sana sini nyari nomer kakak gua itu. Prioritas deh.

Hape toh bisa diganti lagi nanti.
Shit.. bener2 sial ini hari.

Walhal, setelah jungkir balik cari no telpon kakak dan gak bisa dihubungi (!)
gua pun buru2 turun ke halte depan kantor buat nyari taksi. gapapa deh sekali ini ngasih badan yg udah lelah dan terlambat ini naek taksi.. sekali2

and.. you know what?? Singapore is the only-self-proclaimed-first-world-country in this world yg orang kudu nunggu 45 menit sampe sejam buat naek taksi dari Taxi Stand (halte taksi) di Distrik Bisnis Utama di jam 8 malam (jam sibuk kah ini??)!!!

Taksi lewat banyak, tapi rata2 majang tulisan "Jurong", "Tampines", "Airport only".
Tandanya mereka milih2 penumpang. Sementara taksi lain lebih milih klinang klinong dengan tulisan "On Call" di atapnya. Tandanya mereka ambil penumpang yg memesan/telepon booking taksi. Si Supir dapat uang booking sgd 3.5 tambahan dengan cara ini.

Selebihnya? taksi2 kosong dengan sign "BUSY" terpampang di atapnya.

Ini belumlah lagi selesai ternyata... di halte ini ada sekumpulan orang India yg mungkin memang dari budaya asalnya tidak terbiasa ngantri. Berdiri nanggung setengah di antrian setengah di luar antrian, tiap ada taksi mendekat mereka lari menyongsong sambil menyebutkan tujuannya.. Meninggalkan penumpang2 lain yg terbengong2 dipotong antriannya..

Well, another typical Singaporean.. gada yg berani negur, cuman berani marah2 ngedumel sendiri atau ke orang sebelahnya.

Gua sendiri kebetulan masih belum ngeh karena baru ngantri. Tapi pas yg kedua kali terjadi, kesal karena hilang hape-diperlakuin secueknya sama sekuriti-orang cina gemuk yg sok2an melototin gua tadi--- semua kesal ini numplek jadi satu.

Tuh india gua tereakin!
"Are you queueing or not?? If you are not, get out from the line then call for a cab! If you are, then wait for your turn!"

belum puas... soalnya si bapaknya dengan cuek jawab, "yes2 of course we're queueing."

"We all in a hurry here. So please respect others!"

Mata gua udah merah, kalo aja dia mancing ribut pasti udah gua ladenin en udah kejadian.

Tunggu punya tunggu tak datang2 taksi yg kosong. 45 menit. Aku sudah terlambat 30 menit dari kedatangan kapal. Shit..

Akhirnya kuputuskan pakai MRT ke Harbourfront, sampai sana aku sudah telat sejam.
Kakak dan Ibu harusnya masih menunggu di pintu keluar imigrasi. Tapi kok gak ada..

Pas iseng telepon ke rumah.. ternyata mereka sudah sejak tadi di rumah... :(
ampun dah gua...

Bener2 sial gua hari ini... :(



(Wed, 14 Nov 07.)

ps: no hp tetep gak berubah, cuma gua belum sempat urus sampai saat posting ini.
tapi begitu diurus no yg sama akan dipakai lagi. so please keep it.