Ada yang aneh dengan sistem pelayanan hukum di negara kita.
Orang kehilangan barang-- katakanlah, dompet-- trus melapor ke polisi; berharap sukur2 bisa ditemukan.
Tapi sampai di kantor polisi, setelah dicatat dan dapat surat keterangan kehilangan.
Kita disuruh.... bayar. :D nah loh!
Kebayang gak sih kalo ini orang bener2 kehilangan duit tinggal pakaian lekat di badan, trus bingung gimana mau pulang. Berharap ada titik terang dengan melapor ke polisi, dan malah ketiban sial disuruh... b.a.y.a.r....!
Aneh..
Si polisi tanpa ekspresi apa2... gak ada turut simpati, ngerasa malu (karena gak bisa numbuhin rasa aman bagi si korban), atau apa kek gitu yg humanis. eh malah dengan wajah dingin, tanpa senyum bilang, "Bayar sepuluh ribu untuk suratnya".
Sepuluh ribu kalo orang bener2 kecopetan gak punya duit trus bakal dateng darimana?
turun dari langit?????
Aneh..
Bingung gue... itu polisi2 apa gak ada otaknya atau gimana yah? kok mereka gak kepikiran sih untuk empati?
(kalo ada pembaca yg polisi membaca tulisan ini pasti bilang "ah itu kan cuma oknum... ah, saya belum dapat laporan tuh. dimana itu kejadiannya coba sebutkan nama beserta pangkat supaya saya tindak... bla...bla...bla...." bener2 nunjukin kosongnya isi kepala. huh.)
Friday, August 12, 2005
Melindungi dan Melayani (Dompet sendiri)
Kasihan Polisi
Kilap lencana penuh wibawa.
Semu.
Lagak jalan penuh kuasa.
Narsis.
O' kasihan sekali kau polisi-polisiku.
Sangkamu sapa ramah dan anggukan hormat
dari orang-orang kecil benar-benar karena mereka
mencintaimu??
Never!
Kami sapa karena terpaksa.
Kami hormat karena kami turut pada aturan yang kalian buat
dan kalian langgar sendiri!
Kalau boleh kami memilih
seribu cacimaki terlontar ke mukamu
Kalau boleh kami memilih tak perlulah berurusan denganmu
bahkan sekedar melihat warna coklat seragam kalian sekalipun.
Sungguh.
Kalau boleh kami memilih tak perlu kalian pernah ada di muka bumi ini!
Tapi sayang, kami tak punya pilihan.
Kami hanya rakyat kecil tak punya hak apa-apa di negara hutan rimba ini.
Jadi terpaksa-- ya, terpaksa-- kami lontarkan senyum dan ramahtamah palsu itu.
Walau ingin rasanya kalian tahu.
Sampai matipun tak pernah akan kalian dapatkan hormat dan cinta itu!
Terkutuklah dan kasihan kalian polisi-polisiku.
(Satlantas Mapoltabes Lampung, 8 Agustus 2005)
*Didedikasikan bagi para warga yang berniat baik untuk memiliki SIM dan menjadi bahan permainan sapi perah bagi polisi-polisi (maaf saya TIDAK pakai kata 'oknum') brengsek di negeri ini.
Wednesday, July 27, 2005
Semalam di Emirate
7.15 pm
senja blom lagi datang ..matahari seperti enggan pergi
pinggir creek, tempat favorit senja hari
menikmati angin .. menikmati bening air, kilauan cahaya terpantul
7.50 pm
senja tlah lengkap, malam tiba
kesebrang ? iya kesebrang !!
dengan abra, bersama angin dan serpihan air
8.05 pm
Deira, kota tua tepi creek
wharfage penuh barang
rupanya ada kapal merapat
dari mana ? Bander Imam Khomeini !!
8.15 pm
bilboard besar depan wharfage, membalik ingatan tentang seorang gadis
bilboard itu .. iklan besar itu
puluhan ribu mile jarak
tak mampu menghapus wajah cantik itu
tawa ceria dan manjanya
sedang apa ya dirimu kini ?
tidur lelap kukira .. tanah air tengah malam kini
semoga engkau terlelap dalam mimpi indah ..
dan kebahagiaan slalu ada untukmu
walau hati slalu perih .. bidadari pagi tak pernah terjamah
tapi terima kasih Tuhan .. aku pernah punya rasa itu
walau kudekap sendiri dalam termangu
I always love u ..
semalam lagi lewat di emirate .. dengan kerinduan pada mu
Deira
22/07/05
(Ini puisi seorang teman, sebatangkara nun jauh di ranah emirat sana. Sering menulis, tapi ndak pernah mau dipublikasikan. Hehehe.. rasakno ko'en tak pajang nang kene, cuk!)
Tuesday, July 12, 2005
Hujan..
Hujan adalah pertanda
betapa mendung rindu terasa
Hujan adalah pertanda
betapa ingin langit mendekap pujaannya
Hujan adalah pertanda
betapa kabut menjadi hilang arti
ketika langit menetes pada bumi
Hujan adalah juga setia
ketika langit melepas laut demi cintanya
pada bumi
Hujan, bagaimanapun, adalah pertanda
langit sayang pada bumi
(Meja Kerja-Anson House, 12 Juli 2005, 13.40)
Wednesday, June 29, 2005
Kangen 2...
My Lady..
words I have spoken, for which
I'll be seeing you in our dreamland.
If only I could ask God one thing,
it would be to stop the moon.
Stop the moon tonight,
and make your beauty and our dream
last forever.
I love you, My Santy..
(Rose Lane 24, 28 June 2005, 23:16 pm)
*some words taken from The Knight's Tale movie


