Tuesday, February 07, 2006

Kesal.

Sudah hampir sebulan kehebohan yang ditimbulkan sekumpulan karikatur yang melukiskan secara satir tentang Nabi Muhammad SAW melanda negara-negara dunia. Karikatur yang diterbitkan 30 September 2005 oleh Jyllend-Posten Denmark ini awalnya dimaksudkan untuk menyindir kekangan atas kebebasan berbicara karena syahdan mendengar dari seorang pengarang Denmark, Kare Bluitgen, bahwa ia tidak bisa menemukan seorangpun yang mau menggambar Nabi Muhammad untuk buku karangannya. Tidak ada yang mau menggambar karena takut akan reaksi dari kaum muslimin. (bahasa asli dari wikipedia: Mereka tidak berani menggambar Muhammad karena takut akan terancam oleh serangan dari ekstremis Muslim).

Menurut saya, seseorang tidak perlu jadi ekstrimis kalau sekedar untuk membela keyakinannya.

Atas alasan tersebutlah koran Denmark itu menerbitkan karikatur yang bukan hanya melukiskan tetapi juga memperolok Nabi Muhammad. "Untuk menunjukkan bahwa kebebasan berbicara berlaku bagi siapapun, Muslim maupun Non Muslim." Begitu katanya.

Kebebasan berbicara yang diusung oleh pers barat selama ini sungguh aneh rasanya. Mau menulis apa saja soal apa saja, Tuhan, gereja, Yesus, Muhammad, Islam, Kristen boleh. Asal tidak mempertanyakan soal dosa masa lalu Eropa, asal tidak mempertanyakan kenapa kebijakan Barat yang merugikan orang lain tidak disebut penjajahan hak.

Ketika presiden Iran mengungkapkan pendapatnya tentang holocaust, semua kutukan kecaman, ancaman, boikot bahkan ungkapan akan perlunya Iran "diduduki" muncul dari semua pihak (di barat). Seolah-olah haram untuk sekedar mempertanyakan tentang holocaust sekalipun.

Lah, sekarang kenapa penggunaan yang sama terhadap Muhammad sebuah figur yang jelas-jelas disucikan oleh umat Islam, jelas-jelas dinyatakan tidak untuk digambar apalagi diperolokkan; kemudian menuai reaksi yang sama (kecaman, boikot, ancaman dst) kenapa tidak boleh??
Kenapa umat yang mempertahankan kehormatannya malah dicap bodoh, kolot, ekstrimis, tradisional, tidak mengerti hak-hak kebebasan???

Saya jadi mikir.. apa iya yang namanya kebebasan itu berarti kita bisa memaksakan suatu yang kita yakini sehingga menyinggung keyakinan orang lain?

Bebas-bebas saja menghina meludahi tulisan nama/foto ibu seseorang di depan yang bersangkutan, misalnya. (Wong yang namanya nama itu universal kok, wong foto itu diambil pake kamera si penghina kok. Kebetulan aja sama persis sama nama dan muka ibu kamu.)

Apa iya seperti itu?

Bahwasannya minoritas atau mayoritas semua gak boleh marah/tersinggung/kecewa kalo ada pihak yang melecehkan keyakinannya. Wong hak berpendapat kok. Bebas aja.

Apa emang gitu ya?

Trus kemana yang namanya pikiran untuk berempati, kemana yang namanya menghargai hak orang lain untuk tidak diusik atau dihina??

Kalau mau adil, pertanyaan ini layak pula direnungkan di komunitas dimana umat islam mayoritas.

Terusterang ada hal yang bikin saya lebih kecewa lagi, sebagian rekan yang selama ini saya kagumi pendapat-pendapatnya; yang seringkali mengkritisi sebagian umat Islam yang memang terkadang lebih memakai bahasa kekerasan, rekan-rekan yang selama ini menyatakan mendukung hak-hak minoritas yang begitu cepatnya menulis di blog mereka seketika ada seujung kuku peristiwa sekalipun, kini diam. DIAM bungkam seribu bahasa.

Mungkin lupa, minoritaslah yang menjadi korban di Denmark, Norwegia, Prancis, Spanyol ini. Minoritaslah yang sekarang sedang dirampas haknya untuk mempertahankan keyakinan. Minoritaslah yang kini sedang dihina dan diperolokkan.

Kemana ya rekan-rekan saya itu? kok tumben tidak ada tulisan apa-apa..

Mungkin sedang berpikir menyiapkan tulisannya kali yah. Supaya imbang dan tidak berat sebelah. Mudah-mudahan lah..

Sungguh susah rasanya sekedar hidup menjadi seorang Muslim sekarang ini.


"Karena kami melakukannya dengan perahu-perahu kecil, sedang kalian dengan kapal-kapal besar; maka kamilah bajak laut dan kalianlah penguasa?"
-seorang kepala suku Galia pada Julius Caesar

-----------------------------------------------------------

Mohon maaf kiranya kalau tulisan ini tidak membawa faedah apa-apa. Hanya seorang awam mencoba mengungkapkan pendapatnya.

Thursday, February 02, 2006

Negeri "Semut Hitam"

satu purnama di Spore,
yang katanya negeri "Singa"

tapi kayaknya ... lebih tepat...
negeri "Semut Hitam"

berbaris tiap pagi dalam keteraturan
keluar dari liang-liang MRT station
sore hari berbaris kembali dalam keteraturan
menuju liang-liang MRT station

seperti sekumpulan "Semut Hitam"

keteraturan yang terbentuk dengan sempurna

tapi ... bukankah kadang itu membunuh ?
bukankah ketidak sempurnaan membuat kita belajar & dewasa ?

ahh entahlah..
nyatanya "Semut Hitam" ini hidup makmur & aman
jauh dari negeri kita yang "Meriah"

tapi sampai kapan ?
sanggupkah bertahan dalam sebuah "Keteraturan" ?

Oud Metha Road
Bur Dubai
Dubai - UAE


(Eka Ramdhani "Wedush" Yugi, 2/1/2006)
sebulan training di singapur, gak iso jalan2.. gawe trus..blas... :D
melas... hehehehe

Wednesday, February 01, 2006

Tahun Baru Lagi

Selamat Tahun Baru Hijriyah 1427, yah semuanya..
Semoga Tahun ini jauh lebih baik.

Semoga perbuatan buruk jauh berkurang
Semoga perbuatan baik jauh bertambah
Semoga di tahun ini setiap perbuatan lahir dari pemahaman pikiran
Semoga tak ada lagi gerak kosong sekedar gugur kewajiban
Mudah-mudahan Ia tumbuhkan semangat mencari pengetahuan pada kita semua
Amin.

Semoga pula tercapai semua keinginan
Semoga tak terulang semua dosa dan kesalahan
Semoga Dia berkenan mengampuni khilaf kita di tahun sebelumnya
Ampuni dosa kami ya Rabb....


Selamat Tahun Anjing Api, buat yg merayakan Lunar New Year.
Gong Xi Fa Cai.

May you all have a fortunate and prosperous New Year ahead.


Salam'alaikum.
-doverwhite-