Wednesday, July 27, 2005

Semalam di Emirate

7.15 pm
senja blom lagi datang ..matahari seperti enggan pergi

pinggir creek, tempat favorit senja hari
menikmati angin .. menikmati bening air, kilauan cahaya terpantul

7.50 pm
senja tlah lengkap, malam tiba

kesebrang ? iya kesebrang !!
dengan abra, bersama angin dan serpihan air

8.05 pm
Deira, kota tua tepi creek
wharfage penuh barang
rupanya ada kapal merapat

dari mana ? Bander Imam Khomeini !!

8.15 pm
bilboard besar depan wharfage, membalik ingatan tentang seorang gadis
bilboard itu .. iklan besar itu

puluhan ribu mile jarak
tak mampu menghapus wajah cantik itu

tawa ceria dan manjanya

sedang apa ya dirimu kini ?

tidur lelap kukira .. tanah air tengah malam kini

semoga engkau terlelap dalam mimpi indah ..
dan kebahagiaan slalu ada untukmu

walau hati slalu perih .. bidadari pagi tak pernah terjamah

tapi terima kasih Tuhan .. aku pernah punya rasa itu

walau kudekap sendiri dalam termangu

I always love u ..

semalam lagi lewat di emirate .. dengan kerinduan pada mu

Deira
22/07/05


(Ini puisi seorang teman, sebatangkara nun jauh di ranah emirat sana. Sering menulis, tapi ndak pernah mau dipublikasikan. Hehehe.. rasakno ko'en tak pajang nang kene, cuk!)

Tuesday, July 12, 2005

Hujan..

Hujan adalah pertanda
betapa mendung rindu terasa

Hujan adalah pertanda
betapa ingin langit mendekap pujaannya

Hujan adalah pertanda
betapa kabut menjadi hilang arti
ketika langit menetes pada bumi

Hujan adalah juga setia
ketika langit melepas laut demi cintanya
pada bumi

Hujan, bagaimanapun, adalah pertanda
langit sayang pada bumi


(Meja Kerja-Anson House, 12 Juli 2005, 13.40)